Tak Bisa Sembarangan, Begini Caranya Memijat Bayi Agar Tak Salah
Meski dapat membuat tubuh bayi rileks, bukan berarti dapat melakukannya kapan saja, pijatlah bayi di waktu yang tepat.
Tanda-tanda bahwa bayi belum siap atau sudah waktunya berhenti untuk hari itu meliputi: pengerasan, menahan napas, lekas marah, menangis, atau berpaling dari ibu.
4. Lakukan pijatan dengan lembut dan pelan
Jangan gunakan teknik pijat dengan kekuatan berlebih seperti yang dilakukan untuk orang dewasa.
Pada bayi, pijatan dilakukan di permukaan, dengan sedikit tekanan dan gerakan lambat yang lembut.
5. Jangan meninggalkan sisa minyak di tubuh bayi
Setelah memijat bayi, sebaiknya biarkan dia istirahat selama kurang lebih 30 menit.
Lalu segera mandikan bayi untuk menghilangkan sisa minyak yang digunakan untuk memijat tadi.
Hal ini bertujuan agar residu minyak tidak menyumbat pori-pori kulit bayi dan timbul alergi di kulit.
6. Pilihlah tempat yang tenang dan nyaman
Jangan memilih tempat di depan televisi, dan menonton acara favorit Anda sambil memijat bayi.
Pastikan anda memijat di tempat dengan temperatur yang hangat dan memiliki sirkulasi udara yang cukup.
Perlu diingat bahwa pijatan adalah kesempatan emas bagi anda untuk menjalin ikatan dengan bayi.
7. Lakukan dengan rileks, jangan tegang
Kurangi stres dan tetap rileks. Bangun suasana santai dalam diri, karena jika anda stres, bayi juga akan ikut stres.
Maka dari itu, lakukan pijatan dengan rileks dan tidak perlu tegang agar bayi juga merasa aman dan nyaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pijat-bayi.jpg)