Sikap Ketua BEM UGM Jadi Sorotan karena Tolak Bertemu Presiden Jokowi hingga Soal Penolakan RUU P-KS

Sikap Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, M Atiatul Muqtadir atau Fathur, menuai kontroversi lantaran menolak pertemuan dengan Presiden Joko Widodo.

Sikap Ketua BEM UGM Jadi Sorotan karena Tolak Bertemu Presiden Jokowi hingga Soal Penolakan RUU P-KS
YouTube/ILC
Ketua BEM UGM, M Atiatul Muqtadir atau Fathur. 

TRIBUNSOLO.COM - Sikap Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, M Atiatul Muqtadir atau Fathur, menuai kontroversi lantaran menolak pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penolakan RUU yang disahkan oleh DPR RI.

Sikap Fathur ini mencuri perhatian sejumlah warganet termasuk komika Arie Kriting, yang menuliskan cuitan kekecewaan di Twitter.

Terlebih Fathur diduga menolak Rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS).

M Atiatul Muqtadir Ketua BEM UGM Debat dengan Moeldoko yang Singgung Aksi Besar-besaran Mahasiswa

Arie Kriting menyebut BEM tidak selalu bisa mewakili suara mahasiswa.

Ia mengibaratkan peran BEM yang sama halnya dengan DPR yang dianggap belum tentu bisa mewakili suara rakyat.

BEM tidak selalu bisa mewakili suara mahasiswa,

seperti halnya DPR tidak selalu bisa mewakili suara rakyat.

Presiden KM ITB: Ini Dewan Perwakilan Fahri Hamzah Bukan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia

Mirip sama hubungan antara partai dengan anggota dewan,

BEM seringkali hanya dihuni oleh perpanjangan tangan OMEK yang hadir dengan idealisme masing-masing.

Disebut Tolak RUU P-KS

Halaman
12
Penulis: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved