Banyak Peserta Mundur dari Peserta Keluarga Miskin PKH, Merasa Mampu dan Takut Doa Ini Terkabul

Ribuan kepala keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) mengundurkan diri dari statusnya sebagai Keluarga Penerima Manfaat (PKM).

Editor: Garudea Prabawati
budi susanto
Pelaksanaan lebelisasi di rumah penerima manfaat PKH yang ada di Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUNSOLO.COM - Ribuan kepala keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) mengundurkan diri dari statusnya sebagai Keluarga Penerima Manfaat (PKM) dengan berbagai alasan.

Fakta yang ada di Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Cilacap dan lainnya ada puluhan ribu KK menolak bantuan itu karena merasa sudah mampu.

Dilansir TribunSolo.com dari TribunJateng.com, dan ada juga karena alasan malu rumahnya ditulisi miskin.

Dinding rumah mereka disemprot cat hitam bertulisan "Keluarga Miskin Penerima Bantuan".

Ditambah tulisan "Ya Allah sejahterakanlah saudara kami ini, tapi jika mereka berpura-pura miskin maka azabmu amatlah pedih".

Mereka tak rela dinding rumahnya ditulis kalimat tersebut.

Namun, sejumlah warga menolak bantuan PKH dengan alasan sudah mampu, dengan harapan bantuan itu dialihkan kepada keluarga lain yang lebih berhak.

Akun Instagram Lambe Turah Menghilang, Warganet Ramai-ramai Mencari Tahu Penyebabnya

Simak! Ini Manajemen & Rekayasa Lalu Lintas Jalan di Solo Jelang Isu Demo Mahasiswa Hari Ini

Sebut saja Mursinah (35), warga Desa Karangtalun Lor RT 2 RW 3, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas.

Sambil memangku anak balitanya, Mursinah mengaku sudah mantap mundur dari peserta PKH (Program Keluarga Harapan).

Alasannya, suaminya sudah bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

"Iya alhamdulillah suami setuju kalau saya mundur. Suami pun sekarang pendapatannya sudah lebih baik, sejak jadi sopir tetap di Jakarta. Karena sebelumnya hanya kernet," jelasnya kepada tim Tribun Jateng saat ditemui di rumahnya.

Mursinah tidak menjelaskan secara detail berapa pendapatan suami saat ini. Namun yang pasti, untuk memenuhi segala kebutuhan untuk keluarganya sudah cukup.

"Tiap minggu bisa lah untuk jajan anak-anak. Termasuk untuk kebutuhan lainnya juga," tambah ibu rumah tangga ini.

Kemantapannya untuk mundur dari peserta PKH sudah disampaikan kepada pendamping PKH yang ada di desanya. Bahkan, Mursinah sudah menyampaikan niatan itu sebanyak tiga kali setiap ada perkumpulan kelompok PKH.

"Niatan untuk mundur sudah saya sampaikan tiga kali setiap ada perkumpulan kelompok PKH. Itu bulan Agustus kemarin.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved