Berita Solo Terbaru
Curhat Eks Napiter Bom Bunuh Diri di Mapolres Solo, Akui dapat Pencerahan di Bui dan Kembali ke NKRI
Haryanto sendiri merupakan eks napiter kasus bom bunuh di diri di Mapolresta Solo pada petengahan tahun 2016 lalu.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Garudea Prabawati
Gerakan tersebut dinilai masih masiv dan bisa menjadi bahaya laten yang berbahaya, serta mengancam keamanan negara.
Dalam acara tersebut, juga dihadirkan eks narapidana teroris (Napiter) kasus bom bunuh di diri di Mapolresta Solo pada petengahan tahun 2016 lalu, Haryanto alias Hasan.
Sosok Haryanto sengaja diundang dengan tujuan untuk memberi gambaran, seperti apa, proses awal sebuah paham radikal itu merasuki hingga melibatkannya. Setelah menjalani masa hukuman penjara, kini ia mengaku sudah sadar.
"Kita hadirkan juga eks napiter agar masyarakat bisa mendengar langsung apa yang terjadi pada para eks napiter."
• Awkarin Diundang Khusus Ganjar Pranowo, Berawal dari Postingan Giveaway Macbook Rp 30 Juta
"Bagaimana dia bisa terpapar, dan doktrin apa yang menjeratnya dan bagaimana ia bisa keluar," katanya.
Dia berharap, dengan kegiatan bisa mencairkan, atau mengurangi maraknya isu yang begitu booming, berkenaan dengan radikalisme.
"Sudah marak dimana-mana ini, hingga sudah ada di dunia kampus yang terindikasi paham itu," imbuhnya.
Kasubdit 3 Baintelkam Mabes Polri, Kombes Pol Yosep Sriyono menambahkan kegiatan dialog dengan tema radikalisme masih menjadi poin utama upaya pencegahan yang dilakukan Mabes Polri.
"Diharapkan dialog ini bisa membuka wawasan masyarakat mengenai bahayanya radikalisme."
"Dan informasi yang tersampaikan menjadi langkah antisipasif, agar khususnya pemuda bisa berpikir ulang untuk tidak tergoda paham radikal," pungkasnya.
(*)