Berita Solo Terbaru

MGMP Jateng Gelar Pelatihan Guru SMK, Upgrade Cara Mengajar Agar Siswa Interaktif

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Jawa Tengah bersama Jakarta Sales Academy menyelenggarakan pelatihan guru SMK.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Adi Surya
Acara MGMP Jawa Tengah bersama Jakarta Sales Academy untuk guru SMK di Sukoharjo Room Hotel Sahid Jaya, Solo, Senin (14/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Jawa Tengah bersama Jakarta Sales Academy menyelenggarakan pelatihan guru SMK bertajuk 'Effective Educational Videos' di Sukoharjo Room Hotel Sahid Jaya, Solo, Senin (14/10/2019).

Pelatihan tersebut diikuti oleh 50 guru SMK Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Mereka berasal dari Kota Solo, Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Karanganyar hingga Kebumen.

Selain itu, pelatihan tersebut didukung oleh Asosiasi Guru Marketing Indonesia (Agmasi) dan Astraotoshop.com.

Direktur Jakarta Sales Academy sekaligus praktisi pendidikan, Dedy Budiman mengatakan, pelatihan itu diselenggarakan untuk memperkenalkan konsep pembelajaran flipped classroom.

Menurutnya, konsep pendidikan yang selama ini diterapkan belum mampu menunjang Higher Order Thinking Skill (HOTS) yang didorong pemerintah sekarang.

"Kalau dulu, guru mengajar saat murid sudah masuk ke kelas, terus gurunya ngomong, jelasin segala macam, pulang bikin pekerjaan rumah atau ulangan," terang Dedy kepada TribunSolo.com.

"Kelemahannya yang ngomong kebanyakan siapa? yang ngomong guru, murid pasif atau aktif? murid pasif, sekarang pemerintah ngomong soal HOTS, supaya anak aktif terlibat segala macam," imbuhnya membeberkan.

MGMP dan STIE AUB Latih Ratusan Guru di eks Karesidenan Surakarta Susun PTK

MGMP Bahasa Daerah Jateng Gelar Kompetisi Tulis Aksara Jawa, Ini Tujuannya

Perbedaan antara flipped classroom dan konsep pendidikan saat ini, lanjut Dedy, terletak pada pemberitahuan materi ke siswa sebelum memulai pelajaran.

"Di sini (flipped classroom) dibalik, knowledge diberikan sebelum di kelas, anak-anak nonton video penjelasan konten," terang Dedy.

"Setelah tahu materi, bisa diajak diskusi ndak? banyak setelah tahu bisa diajak diskusi, dua-duannya (guru-murid) saling interaktif kan," tambahnya.

Dedy menekankan, konsep flipped classroom tidak perlu adanya pekerjaan rumah.

"Tapi buat project base, karena disini ada banyak bentuk diskusi, contohnya focus group discussions dan knowledge diberikan sebelum kelas," ujar Dedy.

Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi Industri, Astra Motor Jateng Beri Program Kompetensi 62 Guru SMK

Masih Jalin Komunikasi dengan Pak Joko Guru SMK Kendal, Robby Purba Tuai Rasa Haru Netter

Dedy mengungkapkan, para guru SMK tidak hanya diajarkan flipped classroom dalam pelatihan guru itu.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved