Berita Sukoharjo Terbaru

Bupati Sukoharjo Jajal Mesin Pertanian di Mojolaban, Sukoharjo, Inovasi Pertanian Modern 

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya menjajal sebuah mesin penanam padi di di hamparan sawah Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah

Bupati Sukoharjo Jajal Mesin Pertanian di Mojolaban, Sukoharjo, Inovasi Pertanian Modern 
TribunSolo.com/Agil Tri
Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya saat menaiki mesin pertanian di Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya menjajal sebuah mesin penanam padi di di hamparan sawah Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (16/10/2019).

Mesin pertanian itu diberikan Bupati kepada petani di Sapen, Mojolaban untuk membantu petani agar bisa lebih meningkatkan hasil pertaniannya.

Pada tahun tahun 2018, Kabupaten Sukoharjo mampu surplus beras sebanyak 135.723 ton.

Surplus beras tersebut meningkat 388 ton dibandingkan tahun 2017.

"Surplus beras tersebut bisa dicapai karena berbagai inovasi yang dilakukan khususnya pengembangan pertanian modern," katanya.

Selain itu, bantuan pemerintah untuk petani sudah sangat banyak dan beragam.

Alyssa Soebandono Tampil Simpel dan Syari, Tapi Curi Perhatian Saat Pakai Tas Merah Ratusan Juta Ini

Jalan-jalan 3 Hari ke Bali Hanya Rp 1,9 Juta, Bisa Kunjungi Tempat Wisata Populer di Pulau Dewata

Dirias Bubah Alfian, Krisdayanti Disebut Mirip Miss Universe 2015 dan Kim Kardashian

Bersikeras Jadi Oposisi, PKS Tolak Bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana

"Pemenrintah telah sering memberikan bantuan seperti benih, subsidi pupuk, alat mesin pertanian, pembangunan jaringan irigasi dan pengembangan sumber air," jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti menambahkan, luas lahan pertanian di Kabupaten Sukoharjo tercatat 20.460 hektar.

Dari jumlah tersebut, terdiri dari sawah irigasi teknis 14.469 hektar, sawah irigasi setengah teknis 2.241 hektar, irigasi sederhana 1.874 hektar, dan sawah tadah hujan 1.876 hektar.

Dari 14.469 sawah irigasi teknis, 73% diantaranya bergantung pada aliran air dari Dam Colo dan 27% dari irigasi provinsi maupun kabupaten.

Untuk itu, petani yang tidak memiliki sumber air lainnya, otomatis tidak bisa menanam padi saat Dam Colo ditutup.

"Selama Dam Colo ditutup, petani yang ingin menanam padi dituntut untuk menggali potensi sumber air lain dan salah satunya menggunakan pompa air," jelasnya.

(*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved