Johnny G Plate Tak Terima Pernyataan Surya Paloh Disimpulkan Jadi Sinyal Oposisi

Johnny mengatakan pernyataan Surya bermaksud agar Nasdem melakukan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap pemerintah di parlemen.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com/ RAKHMAT NUR HAKIM
Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate datang ke Istana, Selasa (22/10/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Sekjen Partai Nasdem sekaligus Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate memastikan pernyataan ketua umumnya Surya Paloh bukanlah sinyal dari partainya untuk beroposisi terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Johnny mengatakan pernyataan Surya bermaksud agar Nasdem melakukan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap pemerintah di parlemen.

"Tidak ( oposisi). Salah kamu punya kesimpulan."

"Yang disampaikan kemarin itu fungsi check and balance. Itu perlu ada untuk memastikan pemerintah itu bekerja dengan baik, negara mendapat manfaat dengan baik," kata Johnny di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

PA 212 Minta Menhan Prabowo Subianto Pulangkan Habib Rizieq, Nasdem: Itu Urusan Keimigrasian

Ia memastikan Nasdem tetap menjadi mitra koalisi utama pemerintah di parlemen dan Kabinet Indonesia Maju.

Ia menambahkan, pernyataan Surya Paloh tersebut justru menjadi motivasi bagi para menteri dari Nasdem di kabinet untuk bekerja optimal.

"Justru (pernyataan) itu untuk memperkuat kinerja kabinet. Jangan dibolak-balik."

"Kami bergerak ini untuk memperkuat kabinet, untuk memastikan Pak Jokowi bekerja dengan baik," ujar Johnny.

Surya Paloh Sebut Partainya Siap Jadi Oposisi, Fraksi Nasdem: Itu Serius, Tidak Bercanda

"Tapi proses politik itu bekerja dengan baik. Dan fungsi ketatanegaraan itu berjalan dengan baik. Itu kan tujuan yang harus didukung."

"Kami koalisi pemerintah dan akan bekerja bersama pemerintah dan menjadi garda terdepan pemerintah di parlemen," lanjut dia.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, tidak menutup kemungkinan partainya akan berbeda sikap dengan pemerintah, meski saat ini Nasdem masih tergabung dalam koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Selain itu, tiga kader Partai Nasdem juga menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Kata PDI-P, Nasdem, PPP dan PAN soal Prabowo yang Diminta Jadi Menteri Jokowi

Menurut Paloh, bisa saja sikap Partai Nasdem nantinya akan sejalan dengan parpol oposisi, seperti Partai Keadilan Sejahtera ( PKS), dalam mengkritik kebijakan pemerintah.

"Bukan masalah ada kemungkinan akan berhadapan dengan pemerintah atau tidak. Seluruh kemungkinan kan ada saja."

"Saya kira ada (kemungkinan), kita tak tahu itu kapan. Tapi probability, teori kemungkinan itu, semuanya harus dilakoni dengan pikiran yang sehat dan baik," ujar Paloh saat memberikan keterangan seusai bertemu Presiden PKS Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved