Pilkada Solo 2020

Sama-sama Ingin Dukung Gibran di Pilkada Solo 2020, PSI Ogah Koalisi dengan PKS

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) enggan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada Solo 2020.

Sama-sama Ingin Dukung Gibran di Pilkada Solo 2020, PSI Ogah Koalisi dengan PKS
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Gibran Rakabuming Raka menyambangi kediaman Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar No.27, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) enggan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada Solo 2020.

Walaupun, kedua partai itu sama-sama berkeinginan mendukung putra sulung Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.

Politisi PSI, Antonius Yogo Prabowo mengatakan, keengganan itu karena kedua partai merasa memiliki ideologi yang berseberangan.

"Dari DPP pusat, kami clear sampai hari ini masih memegang komitmen bahwa kami tidak akan berkoalisi dengan segala hormat temen temen PKS di pemilihan kepala daerah manapun," kata Yogo kepada TribunSolo.com, Selasa (5/11/2019).

"Karena secara ideologi berbeda, berseberangan secara ideologi," imbuhnya membeberkan.

Muncul Wacana Duet Gibran-Didit di Pilkada Solo 2020, Forum Muda Visioner: Solo sudah Mulai Asyik

Yogo mengatakan, hal semacam itu wajar dalam demokrasi.

"Dalam demokrasi, memang wajar perang ideologi, perang pendapat, perang keyakinan," kata Yogo.

Yogo tak mempermasalahkan bila partai politik berkeinginan mendukung Gibran dalam Pilkada Solo.

"Saya pikir masih sah (bila) partai manapun mau mengusung Mas Gibran," ucap Yogo.

"Ya, kami serahkan ke mas girbna apapun yang dipilih," tambahnya.

Yogo mengakui, belum ada komunikasi antara PKS dan PSI untuk sama-sama mengusung Gibran.

"Secara partai belum ada pembicaraan dan clear tidak ada pembicara untuk mengusung bareng," akunya.

PSI Carikan 'Pendamping' untuk Gibran

PSI menjaring sejumlah calon wakil wali kota (cawawali) Solo yang akan dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Solo, Muhammad Bilal mengungkapkan, partai besutan Grace Natalie itu sudah menyiapkan daftar cawawali untuk ditawarkan kepada putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

"Kita udah menyiapkan semacam list, tapi belum bisa dirilis, masih nunggu momen," kata Bilal kepada TribunSolo.com, Sabtu (2/11/2019).

Bilal menjelaskan, PSI memiliki kriteria sendiri soal para cawawali yang cocok mendampingi Gibran.

Menurutnya, orang berjiwa mudalah yang tepat mendampingi putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

"Tergantung sudut pandang, ya masih sehat, segar bugar, pandangan masih maju, progresif itu masih termasuk anak muda," tutur Bilal.

Bilal pun menetapkan jarak usia cawawali itu mulai usia 20 tahun sampai 55 tahun.

"Asal jangan 70 (tahun), kemudian pikirannya yang fresh," ujar Bilal.

Muncul Wacana Duet Gibran-Didit di Pilkada Solo 2020, Forum Muda Visioner: Solo sudah Mulai Asyik

"Kita bikin range usia seperti itu karena yang bisa mengikuti perkembangan sekarang, ya, range umur 20 sampai 55 tahun," imbuhnya membeberkan.

Bilal mengungkapkan, daftar cawawali PSI diisi sosok dari beragam latar belakang.

"Ada dari akademisi, ada dari praktisi, ada pegiat budaya, minimal dari listing yang kita bikin untuk pertimbangan program-program Mas Gibran ke depan," ungkap Bilal

"Pengusaha anak muda juga ada, bos (pengusaha) distro clothing," tambahnya.

Bilal menekankan, PSI tidak akan mengganggu keputusan Gibran dalam penentuan cawawali.

"Kita gak intervensi bab wakil wali kota kembalikan ke Mas Gibran," ujar Bilal.

"Beliau yang kerja, tahu partner seperti apa jawabannya ada di Mas Gibran," tandasnya.

Saat dikonfirimasi siapa sosok itu, Bilal belum menjelaskan secara jelas.

Namun jika melihat bisnis distro clothing terbesar di Solo Raya, sosok tersebut adalah Kusdarmawan Aryo Baskoro. 

Pria yang akrab dipanggil Rio selama ini dikenal sebagai bos distro tersohor atau pemilik Rown Division.

"Ya, kalau untuk listing pengusaha muda mungkin masuk, cuman kan pandangannya tidak melulu soal itu," tutur Rio. 

"Dia (cawawali) harus open minded juga," imbuhnya menekankan. 

Bilal memberikan sedikit petunjuk soal sosok pengusaha muda yang masuk dalam daftar cawawali PSI. 

"Mungkin kalau diomongkan namanya yang pengusaha muda, kemungkinan besar popularitasnya dapat," ujar Bilal. 

"Ada track record-nya di Solo, secara background kuat juga," pungkasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved