Terbakar Api Cemburu, Pria di Mojokerto Sewa Preman untuk Bunuh Mahasiswa Diduga Selingkuhan Istri

Gerombolan preman bayaran ini mengeroyok korban dengan senjata tajam di Jalan Raya Goa Gembyang Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto

Tayang:
Editor: Reza Dwi Wijayanti
(iStockphoto)
Ilustrasi 

Selanjutnya di tengah perjalanan korban dicegat preman dan terjadilah penganiayaan.

"Para tersangka mengeroyok korban dipukuli dan penganiayaan dengan senjata tajam sehingga mengakibatkan luka yang serius pada bagian wajah dan itu menyebabkan cacat seumur hidup," ungkapnya.

Tersangka Ahmad Ali menyimpan dendam kesumat dengan korban sampai membuat rencana untuk menghabisi mahasiswa tersebut.

Dia murka setelah mengetahui istrinya diduga selingkuh dengan korban.

"Kelima tersangka sudah ditangkap ini dijerat pasal 170 tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun," jelas AKBP Feby DP Hutagalung.

Adapun barang bukti yang disita berupa dua unit sepeda motor sebagai sarana tersangka, sebuah pedang dan 8 Handphone milik para tersangka.

Sesuai pengakuan tersangka, Nurhasan melakukan penganiayaan dengan membacok korban.

"Salah satu tersangka Wiwit alias kucing adalah DPO pelaku perampasan ponsel di wilayah Pacet pada tahun 2017," ujar Kapolres Mojokerto.

Para tersangka sebelumnya sudah merencanakan untuk melakukan pengeroyokan terhadap korban.

Mereka bahkan menggunakan wanita untuk berkenalan dengan korban supaya mau diajak keluar ke lokasi penganiayaan tersebut.

Berdasarkan pengakuan tersangka Vina Octaviani perannya sebatas mengantar Yanti (DPO) ke Stadion Mojosari untuk bertemu korban.

Jadi Korban Pembunuhan dan Jasadnya Dibungkus Sprei, Ternyata Pelakunya Pacarnya Sendiri

Dapat Ancaman Pembunuhan, Eza Gionino Laporkan Penjual Ikan ke Polisi

"Yang Whatsapp (Korban, Red) itu teman saya Yanti yang mengajak berkenalan aku cuma diajak mengantarnya," ucap Vina.

Ia mengatakan alasan bersedia mengantarkannya lantaran Yanti dalam kondisi hamil besar.

Setibanya di lokasi Yanti meminta korban untuk mengantarkannya pulang.

"Saya tidak tahu langsung minta antar pulang lewat sana saya dapat imbalan uang senilai Rp 150 ribu," tandasnya.

 (Mohammad Romadoni)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Cemburu, Pria Mojokerto Sewa Preman untuk Habisi Mahasiswa Brondong yang Diduga Selingkuhi Istrinya

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved