Berita Boyolali Terbaru

Pelajar Boyolali yang Ancam Sebarkan Video Telanjang Teman Wanitanya Terancam 15 tahun Penjara

Pelajar bernama Bagas Saputro yang mengancam menyebarkan video telanjang teman wanitanya terancam 15 tahun penjara.

Pelajar Boyolali yang Ancam Sebarkan Video Telanjang Teman Wanitanya Terancam 15 tahun Penjara
Net
Ilustrasi melihat video porno 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pelajar bernama Bagas Saputro (19) warga Desa Beji, Kecamatan Andong, Boyolali, yang mengancam menyebarkan video telanjang teman wanitanya terancam 15 tahun penjara.

Kapolres Boyolali, AKBP Rachmad Nur Hidayat mengatakan, pelaku dijerat pasal 81 atau 82 UURI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan atas Perppu No 1 tahun 2016 ttg Perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam peraturan tersebut pelaku terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun.

Modus Ancam Sebar Video & Foto Bugil, ABG Boyolali Minta Teman Perempuannya Berhubungan Intim Lagi

"Iya pelaku sudah diamankan sebagai tersangka," kata Kapolres Boyolali, AKBP Rachmad Nur Hidayat, Kamis (23/1/2020).

Polisi juga mengamankan barang bukti seperti motor yang digunakan pelaku, pakaian dalam, dan seragam.

Kapolres Boyolali, AKBP Rachmad Nur Hidayat mengatakan, pelaku Bagas Saputro pertama kali mengajak korban berhubungan intim pada korbannya ID (16) Agustus 2019 lalu.

"Pertama kali mereka berhubungan di sebuah gedung Sekolah Dasar," papar AKBP Rachmad Nur Hidayat, Kamis (23/1/2020).

Viral, Aksi Maling Kambing saat Siang Bolong di Sambi Boyolali Terekam CCTV, Ini Penjelasan Polisi

Modusnya, Bagas mengatakan, siap bertanggung jawab bila ID hamil.

Ternyata, kata-kata itu hanya ucapan manis saja dan malah dimanfaatkan Bagas untuk mengulangi perbuatannya lagi.

Ancaman pada korban bila tidak mau memuaskan nafsu birahinya akan disebarkan video dan foto korban dalam keadaan telanjang.

Polisi Masih Buru Maling Kambing di Sambi Boyolali, Diduga Motor Pinjaman

"Tersangka terakhir kali melakukan persetubuhan dengan korban pada 13 Januari 2020," kata AKBP Rachmad Nur Hidayat.

AKBP Rachmad Nur Hidayat mengatakan, selain menyetubuhi korban, tersangka beberapa kali melakukan kekerasan terhadap korban.

"Sehingga diketahui oleh keluarga korban yang kemudian tidak terima atas perbuatan tersangka dan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak Kepolisian," kata dia. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved