Virus Corona
Virus Corona Bikin Cemas, Tapi Kelelawar Bacem Masih Laris Manis di Gunungkidul Jogja
Virus Corona Sudah Bikin Cemas, Tapi Masakan Kelelawar Masih Laris Manis di Gunungkidul
Mereka percaya daging hewan nokturnal ini berkhasiat mengobati asma, diabetes, hingga asam urat.

Kabar virus corona disebabkan konsumsi daging kelelawar, disebut Sukarwanti tidak berpengaruh dengan penjualan dagangannya.
Dia pun yakin kelelawar bacemnya aman untuk dikonsumsi.
"Sepengetahuan saya di sana (China) itu tidak dimasak, kalau di sini dimasak sampai matang, jadi aman," ucapnya.
Anjar Ardityo, pelanggan Sukarwati, juga tidak peduli dengan kabar konsumsi daging kelelawar sebagai penyebab timbulnya virus corona.
Selain karena khasiatnya, Anjar juga suka dengan rasa daging kelelawar.
"Rasanya enak mirip burung puyuh, kebetulan pas lewat mampir sekalian, karena kuliner seperti codot bacem ini tidak setiap wilayah ada," kata Anjar.
"Selain di Panggang, dulu pernah makan di Kecamatan Purwosari," sambung Anjar. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Daging Kelelawar Gunungkidul Tetap Diburu Pembeli"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kelelawar-virus-corona-gunungkidul.jpg)