Leptospirosis Serang Warga Sukoharjo
RS UNS Rawat Pasien Leptospirosis, 4 Pasien Sukoharjo Selamat, 1 Pasien dari Karanganyar Meninggal
Korban yang berjatuhan karena serangan leptospirosis di Sukoharjo mendapat perawatan medis di Rumah Sakit (RS) UNS.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Korban yang berjatuhan karena serangan leptospirosis di Sukoharjo mendapat perawatan medis di Rumah Sakit (RS) UNS yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kartasura.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam RS UNS, Coana Sukmagautama mengungkapkan, ada enam pasien berasal dari Sukoharjo dan Karanganyar yang positif terinfeksi leptospirosis sejak bulan Januari 2020.
Keenam pasien tersebut diketahui terinfeksi bakteri leptospira yang ditularkan melalui hewan tikus.
"Selama bulan januari hingga awal Februari ini, kita sudah menangani enam kasus leptospirosis," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (4/2/2020).
Dikatakan dia, leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut dengan leptospira interrogans yang terkandung di dalam air kencing, darah, atau jaringan dari hewan pengerat seperti tikus.
Dari enam pasien tersebut, seorang pasien dari Karanganyar meninggal dunia.
Namun seorang lagi masih menjalani perawatan, sementara yang lainnya sudah diperbolehkan untuk pulang.
• Empat Orang di Sukoharjo Positif Leptospirosis, Begini Kondisinya Kini yang Dirawat di RS UNS
"Lima pasien yang positif bakteri leptospirosis karena kontak tidak langsung dengan tikus, yaitu melalui media urin tikus yang terkena bakteri leptospira," aku dia.
"Satu pasien itu terkena gigitan tikus," jelasnya menekankan.
Kepala DInas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan di wilayahnya ditemukan empat kasus leptospirosis.
• Waspada Leptospirosis di Musim Penghujan, Jangan Buang Bangkai Tikus di Jalan
"Kemarin yang dirawat ada 4 kasus di RS UNS," papar dia.
"Saat ini sudah pulang, sudah pulih kembali," kata Yunia.
Yunia mengatakan pihaknya telah melakukan pemantuan surveilans epidemiologi di wilayah tempat tinggal empat orang yang positif terjangkit bakteri leptospira.
"Kami sudah melakukan pemantauan di lingungan mereka tinggal, dan hasilnya saat ini suah terkendali," jelasnya.
"Tidak ada temuan kasus baru di sana," terang dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/rs-uns-yang-merawat-warga-karena-serangan-leprospirosi.jpg)