Gara-gara Wabah Virus Corona Menyebar, Sentimen Anti-China Meningkat
Warga China yang tersebar di negara-negara Barat mengalami sentimen anti-China, anti-Asia atau yang selama ini dikenal dengan istilah sinofobia.
Lebih jauh, O'Dell menceritakan kalau anggapan masyarakat dunia tentang Wuhan sangat berlebihan.
Kabar sensasional tentang pasar satwa liar di Wuhan yang terindikasi virus membuat abai pada seluruh aspek budaya dan sejarah yang ada di Wuhan.
• Korban Meninggal Akibat Virus Corona Lebih Banyak dari Wabah SARS, Ini Jumlahnya
• Sedih Soal Virus Corona, Jackie Chan Janjikan Rp 1,9 Miliar Buat Penemu Obat Antivirus Corona
Menurut O'Dell, masyarakat China sebenarnya menghindari makanan yang memiliki unsur protein yang tidak biasa, yang di masa lampau menjadi makanan 'darurat' saat terjadi wabah kelaparan.
Meski stereotipe tentang China kebanyakan tentang konsumsi makanan kotor dan sisa-sisa hewan mati.
Kenyataannya, O'Dell menikmati makan malam di restoran dengan beragam makanan enak dan bernutrisi tinggi seperti Salad Vegan China, Pizza Vegan India, Pizza Amerika dan bahkan Tex-Mex burito dengan guacamole yang lezat.
Orang-orang China khususnya para pelajar di China juga fokus pada konservasi alam liar, pelestarian Hutan Amazon sebagai pusat paru-paru dunia dan upaya-upaya pengurangan jejak karbon.
(Miranti Kencana Wirawan)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Virus Corona Menyebar, Sentimen Anti-China Juga Meningkat"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/petugas-keamanan-bandara-berjaga-saat-wisatawan.jpg)