Breaking News:

Info Kesehatan

Benarkah Rajin Bangun Pagi Bisa Mengurangi Risiko Depresi? Simak Penjelasannya

Pola tidur, baik bagi yang terbiasa bangun pagi atau tidak, dapat memengaruhi terbentuknya kondisi mental tertentu seperti depresi.

Editor: Reza Dwi Wijayanti
THINKSTOCKPHOTOS
Ilsutrasi orang depresi. 

TRIBUNSOLO.COM -  Bagi mereka yang rajin bangun pagi, berbahagialah.

Berdasarkan penelitian, bangun pagi bermanfaat secara fisik maupun mental.

Dengan bangun lebih awal, risiko untuk terkena depresi dapat berkurang.

Pola tidur, baik bagi yang terbiasa bangun pagi atau tidak, dapat memengaruhi terbentuknya kondisi mental tertentu seperti depresi.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat meneliti mengenai kaitan antara pola tidur dan depresi.

Hasilnya, orang yang rutin bangun pagi berisiko lebih rendah 12-27% terkena depresi dibandingkan dengan yang tidak rutin bangun pagi.

5 Jenis Obat untuk Depresi yang Dijual di Apotik Ternyata Masuk Golongan Psikotropika

5 Makanan yang Bisa Bantu Obati Depresi, Pisang hingga Cokelat Hitam

Sedangkan, orang yang terbiasa tidur terlalu malam dan bangun siang berisiko 6 persen lebih tinggi memiliki gangguan suasana hati (mood disorder) dibandingkan dengan orang yang tidak rutin bangun siang.

Kenaikan sebesar 6 persen tersebut dinilai tidak terlalu signifikan, sehingga pengaruh pola tidur terhadap risiko depresi kemungkinan tidak hanya ditentukan dari faktor seperti gaya hidup dan lingkungan.

Faktor lain seperti genetik dan jumlah paparan cahaya yang diterima seseorang juga dapat memengaruhi pola tidur yang mengarah pada risiko depresi.

Tidak hanya risiko depresi, orang yang tidur lebih larut dan bangun lebih siang juga memiliki kecenderungan untuk hidup seorang diri dan tidak menikah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved