Virus Corona

Raksasa Tekstil PT Sritex Produksi APD, Bantu Supply, Ikut Himbauan Pemerintah

"Pemerintah memang menghimbau semua perusahaan tekstil untuk membantu supply APD yang saat ini kekurangan," kata Joy saat dihubungi, Minggu (29/3/2020

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ryantono Puji Santoso
TRIBUNJATENG.COM/ISTIMEWA
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Senin (23/3/2020), menunjukan Alat Pelindung Diri (APD) yang diproduksi RSUD Moewardi Solo dengan bahan standar pabrikan yakni Polypropylene Spundbound. RSUD Moewardi mampu memproduksi 200-250 APD yang dapat digunakan untuk para tenaga medis merawat pasien corona. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com. Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Perusahaan garmen terbesar di Asia Tenggara PT Sri Rejeki Isman (Sritex) yang terletak di Kabupaten Sukoharjo, kini turut memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) saat pandemi Covid-19 ini.

Hal itu melihat  tingginya permintaan APD pandemi Covid-19, PT Sritex Sukoharjo membuka pemesanan masker non medis dan baju untuk digunakan paramedis.

Corporate Communication PT Sritex, Joy Citra Dewi mengatakan, selain masker saat ini PT sritex juga memproduksi APD tersebut.

Physical Distancing di Tengah Pandemi Covid-19 Ternyata Bermanfaat Baik untuk Paru-paru

Selama Ini Dikenal Buat Seragam Militer dari Berbagai Negara di Dunia,PT Sritex Kini Produksi Masker

"Pemerintah memang menghimbau semua perusahaan tekstil untuk membantu supply APD yang saat ini kekurangan," kata Joy saat dihubungi, Minggu (29/3/2020).

PT Sritex selama ini dikenal dengan produsen baju militer di Indonesia dan 35 negara dunia termasuk North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan Tentara Jerman.

Joy mengatakan, meski saat ini juga memproduksi APD, namun APD yang diproduksi PT Sritex memiliki kualitas yang baik dan sesuai standar.

"APD kami juga memiliki fitur anti air dan mikrobial yang bisa memproteksi penggunanya," imbuhnya.

Untuk saat ini, APD yang diproduksi PT.Sritex masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan komersial.

Namun, PT Sritex juga bertekad untuk mendonasikan APD tersebut untuk membantu Pemerintah.

"Setelah semua fulfillment selesai, kita akan bisa punya readystock untuk disalurkan," terangnya.

Saat ini, APD yang di produksi hanya mampu memenuhi permintaan pasar domestik, sebagai eksekutif market mereka.

PT Sritex belum melakukan ekspor untuk APD yang mereka produsksi.

"Kita penuhi kebutuhan domestik dulu, sebagai eksekutif market sampai benar-benar cukup," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved