Breaking News:

Solo KLB Corona

Tak Setuju Wacana Lockdown Tiap Kampung, Bupati Wonogiri: Kita Lawan Virus, Bukan Hewan Buas

Maraknya aksi tutup jalan kampung dengan hanya memberikan satu akses jalan untuk memudahkan pengawasan, sepertinya tidak akan diikuti kampung di Wonog

Penulis: Agil Tri | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo saat ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (29/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Maraknya aksi tutup jalan kampung dengan hanya memberikan satu akses jalan untuk memudahkan pengawasan, sepertinya tidak akan diikuti kampung di Wonogiri.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, tidak membenarkan jika warganya melakukan hal demikian.

Menurutnya, penyebaran pandemi virus Covid-19 diyakini dapat dibendung dengan upaya PHBS dan sosialisasi secara masif di masyarakat.

Siapkan Skenario Karantina Wilayah untuk Cegah Corona, Wali Kota Solo: Upayakan Semua Gotong-Royong

"Kita itu melawan virus, bukan melawan hewan buas," katanya, Selasa (31/3/2020).

Pria yang akrab disapa Jekek itu juga melarang adanya lockdown lokal yang dilakukan sejumlah kampung.

Karena dengan diberlakukannya aturan lockdown, maka pemerintah setempat harus mampu menanggung segala konsekuensinya.

Wabah Corona, Sebanyak 12.298 Tenaga Medis di Spanyol Terinfeksi Corona

"Kalau pemerintah desa menerapkan lockdown saya sebagai bupati melarang keras, karena ketika diberlakukan lockdown pemerintah desa harus mampu memenuhi kebutuhan dasar warganya."

"Kalau tidak bisa ya jangan asal ngambil kebijakan, saya tidak sepakat dengan sistem seperti itu," tegasnya.

Lockdown lokal ini mulauli diterapkan di kampung di Solo dan Sukoharjo dengan memasang portal jalan, dan memberikan satu akses jalan yang dijaga warga desa atau Hansip.

Pemudik ke Solo Bakal Dikarantina 14 Hari, Ini Lokasi yang Disiapkan Pemkot untuk Tempat Karantina

Selain itu sejumlah posko pengawasan juga banyak didirikan di Kabupaten Wonogiri seperti di Kecamatan Karangtengah untuk memantau para pemudik yang tiba.

"Kalau petugas posko tanpa dibekali pemahaman yang mumpuni dan kelengkapan APD yang standar, bisa-bisa yang menunggu posko berinteraksi dengan pemudik malah terpapar virus, jadi repot nantinya."

"Oleh sebab itu saya melarang pemerintah kecamatan atau desa untuk tidak mendirikan posko," jelasnya.

6 Buah dan Sayur yang Kaya Akan Vitamin C dan Mampu Menjaga Daya Tahan Tubuh

Jekek mengatakan cara paling ampuh untuk melawan penyebaran virus covid-19 adalah dengan upaya PHBS dan sosialisasi secara masif di masyarakat. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved