Berita Solo Terbaru

Ketinggian Permukaan Air Sungai Bengawan Solo Capai 8 Meter, Basarnas Waspada

Koordinator Pos Basarnas di Surakarta, Arif Sugiyarto menyampaikan, tinggi permukaan air Sungai Bengawan Solo mencapai 8 meter, Rabu (1/4/2020) pagi.

Tayang:
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Agil Trisetiawan
TRIBUNSOLO.COM/ADI SURYA SAMODRA
Kondisi terkini Sungai Bengawan Solo, Senin (17/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tinggi permukaan air Sungai Bengawan Solo meningkat seusai curah hujan tinggi mengguyur daerah Solo Raya pada Selasa (31/3/2020) sore.

Koordinator Pos Basarnas di Surakarta, Arif Sugiyarto menyampaikan, tinggi permukaan air Sungai Bengawan Solo mencapai 8 meter, Rabu (1/4/2020) pagi.

"Permukaan air naik di angka sekitar 8 meter pada pagi hari ini," tutur Arif kepada TribunSolo.com.

Nestapa Warga Klaten dan Sukoharjo, Di Tengah Wabah Corona Masih Harus Hadapi Banjir

Banjir Ditengah Pandemi Corona, Di Sukoharjo Penanganan Tetap Memperhatikan Social Distancing

Ia menjelaskan tinggi permukaan air Sungai Bengawan Solo masih berpotensi meningkat.

"Kalau hari ini hujan bisa saja naik lagi, terutama di daerah dari Sungai Samin maupun Sungai Dengkeng di Klaten," jelas Arif.

"Kalaupun di sini tidak hujan, namun di daerah Sungai Dengkeng dan Samin hujan bisa naik, sumbernya biasanya dari dua sungai itu," imbuhnya membeberkan.

Amankah Pakai Masker Buatan Sendiri untuk Cegah Virus Corona? Simak Penjelasannya

Kades Gumpang Dan Anggota DPRD Sukoharjo Blusukan Sosialisasi Stay At Home

Arif menuturkan potensi tinggi permukaan air Sungai Bengawan Solo surut masih besar apalagi sampai saat ini cuacanya cerah.

"Potensi surut besar sekali, kalau pagi sampai sore nanti cuaca terang, sehingga potensi surut tinggi," tuturnya.

Ia menambahkan Basarnas tetap memantau perkembangan tinggi permukaan air Sungai Bengawan Solo.

"Saat ini kami masih memantau dan stand by," terangnya.

Harga HP Oppo Reno 3 Terbaru April 2020, Mulai Rp 5 Jutaan dan Ini Spesifikasi Lengkapnya

Dampak Hujan Deras pada Selasa (31/3/2020) sore.

Hujan Deras pada Selasa (31/3/2020) sore membuat sejumlah kawasan di Kabupaten Sukoharjo dan Klaten terendam Banjir.

Banjir di Klaten terjadi di Kecamatan Karangdowo, Pedan, Juwiring, dan Wonosari.

Camat Karangdowo, Tomisila, membenarkan beberapa desa di wilayahnya sempat terendam akibat luapan sungai dengkeng, terparah di Desa Kupang.

"Ketinggian air di daerah tersebut sampai 60 centimeter, belum ada evakuasi keluar desa, hanya di rumah tetangganya," kata Camat Karangdowo.

Dia juga menghimbau kepada setiap Kepala Desa (Kades) dan warganya untuk selalu waspada.

"Saya juga sudah menghimbau kepada (Kades) untuk memantau situasi dan kondisi terkini, serta meningkatkan kewaspadaan", tambah Tomi.

Di Kecamatan Karangdowo, banjir terjadi di Dukuh Karangwungu, Dukuh Wonolelo dan Grembyang di Desa Kupang.

Dan Dukuh Sentono dan Plumbon di Desa Sentono.

Banjir juga terjadi di sejumlah tempat, seperti di Desa Troketon, Kecamatan Pedan.

Desa Sawahan Kecamatan Juwiring, dan Desa Bener Kecamatan Wonosari.

Sementara di Kabupaten Sukoharjo, Banjir terpantau ada di Kecamatan Sukoharjo dan Nguter.

Plt Camat Sukoharjo, Havid Danang mengatakan empat kelurahan yang terdampak banjir di Sukoharjo kota ada di Kelurahan Joho, Gayam, Jetis, dan Mandan.

Havid mengatakan, memang penanganan bencana banjir ditegah pandemi corona ini memang berbeda.

Warga tetap diminta untuk menjaga jarak masing-masing agar tetap melaksanakan protokol kesehatan, social distancing.

Mereka diingatkan untuk memprioritaskan mengevaluasi rumah mereka sendiri terlebih dahulu.

Hal itu seperti menaikan barang - barang ke tempat yang lebih tinggi di rumahnya.

"Iya, kemarin malam, semua tetap kami prioritaskan mengurusi rumah masing-masing, tidak ada yang mengungsi juga," jelas Havid Danang, Rabu (1/4/2020).

"Jaga jarak juga kami ingatkan," papar dia.

Menurut Camat Nguter, Sumarno, banjir terjadi di Dusun Songgorunggi Desa Kepuh, dan Dusun Mulyoroto Desa Lawu.

Banjir membuat sejumlah masyarakat sempat mengungsi di Masjid.

"Semalam masyarakat sempat mengunsi sebentar, tapi sudah kembali lagi."

"Saat ini air sudah mulai surut," tandas Sumarno. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved