Solo KLB Corona
Kades Gumpang Dan Anggota DPRD Sukoharjo Blusukan Sosialisasi Stay At Home
Kepala Desa (Kades) Gumpang, Dwi Mogol Nuryanto dan anggota DPRD Sukoharjo, Maria Kristutiningsih meminta warga untuk tetap didalam rumah
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Agil Trisetiawan
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Desa (Pemdes) Gumpang, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo menggunakan cara unik untuk mengingatkan warga mereka agar tetap berada di rumah, Rabu (1/4/2020).
Program stay at home, social distancing, dan phisical distancing tengah digalakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.
Kepala Desa (Kades) Gumpang, Dwi Mogol Nuryanto mengatakan, pihaknya siap membantu program pemerintah tersebut, terlebih Kabupaten Sukoharjo tengah dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19.
• Nestapa Warga Klaten dan Sukoharjo, Di Tengah Wabah Corona Masih Harus Hadapi Banjir
• Banjir Ditengah Pandemi Corona, Di Sukoharjo Penanganan Tetap Memperhatikan Social Distancing
Agar warganya patuh dan tetap melakukan aktivitas didalam rumah, Pemdes Gumpang keliling desa untuk melakukan sosialisasi.
Sekaligus, menyemprotkan cairan disenfektan diseluruh desa bersama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Sukoharjo.
"Kami sekaligus melakukan sosialisasi juga, agar tetap di rumah," jelas Dwi.
• Selama Sepekan, Tak Ada Tenaga Medis di Sukoharjo yang Berstatus ODP atau PDP
• Komunitas Disabilitas Sukoharjo Buat Masker Non-medis, Dibagikan Gratis ke Sesama Kaum Disabilitas
Diakuinya, sampai saat ini masih ada warganya yang nekat keluar rumah dan sulit untuk diingatkan agar tetap dalam rumah.
Kades Gumpang menggunakan sepeda motor matic berjalan di depan mobil pemadam sambil meminta warga untuk tetap berada di dalam rumah.
Dia juga ditemani Istrinya yang juga anggota DPRD Sukoharjo, Maria Kristutiningsih.
Keduanya meminta warga yang berada di luar rumah untuk masuk kedalam rumah, dan memberikan sosialisasi bahaya corona.
"Ayo masuk dalam rumah dulu," kata Dwi.
Dari pantauan di lapangan, mendengar suara sirine pemadam warga sempat keluar rumah namun kembali masuk setelah diberikan sosialisasi oleh Kades.
Upaya penanggulan penyebaran virus corona memang tengah digalakan oleh Pemkab Sukoharjo.
Bersama unsur Polri, kemarin penyemprotan cairn disefektan serentak di lakukan di 12 Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.
Jalan Ir. Soekarno Solo Baru Di Tutup
Satlantas Polres Sukoharjo dan Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo sepakat untuk menutup Jalan Ir Soekarno, Solo Baru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.
Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Marwanto mengatakan penutupan jalan tersebut akan dimulai pada malam ini, Selasa (31/3/2020).
Jalan yang ditutup mulai dari simpang empat patung Pandawa hingga simpang tiga Tanjung Anom, dan arah sebaliknya.
“Nanti pukul 20.00 WIB sampai 21.00 WIB kita akan lakukan persiapan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat, sosialisasi juga dilakukan melalui Sosial Media,” kata Marwanto.
“Lalu pukul 21.00 WIB – 06.00 WIB jalan akan kami tutup,” jelasnya.
Hal ini dilakukan untuk membatasi aktifitas masyarakat ditengan pandemi Covid-19 ini.
Ditambah, Kecamatan Grogol menjadi zona merah dengan ditemukannya dua kasus positif virus Corona.
“Kita lakukan penutupan selama 7 hari kedapan.” tutur Marwanto.
“Karena di Kecamatan Grogol sudah menjadi zona merah, sehingga dengan adanya program ini diharapkan bisa menjadikan Kecamatan Grogol zona hijau lagi,” terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kades-gumpang-sosialisasi-stay-at-home.jpg)