Solo KLB Corona

Tingkat Konsumsi Naik Selama KLB Corona, Pemkab Sukoharjo Tambah Kuota Elpiji 3 Kg Jelang Ramadhan

Menjelang bulan puasa yang akan dimulai beberapa hari lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo memastikan pasokan elpiji 3 kg aman

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com
Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM (DisdagkopUKM) Sukoharjo, Sutarmo, saat wawancara di Menara Wijaya Setda Sukoharjo, Rabu (15/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Menjelang bulan puasa yang akan dimulai beberapa hari lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo memastikan pasokan elpiji 3 kg aman.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM (DisdagkopUKM) Sukoharjo, Sutarmo, ada kenaikan konsumsi gas elpiji 3 kg.

Hal ini lantaran banyak masyarakat yang memilih memasak di rumah selama pandemi Covid-19 dan menerapkan stay at home.

Kendati demikian, Sutarmo mengatakan pasokan elpiji 3 kg masih aman dan normal.

"Tingkat permintaan masih normal, dan kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk membahas stok elpiji di tengah pandemi virus corona dan menjelang lebaran," kata Sutarmo, Rabu (15/4/2020).

Pilkada Serentak 2020 akan Digelar 9 Desember 2020 jika Pandemi Corona Usai

Lama Tak Terdengar Kabarnya, Qory Sandioriva Puteri Indonesia 2009 Bagikan Berita Duka

Untuk memastikan stok aman, Pemkab Sukoharjo bakal mengambil kuota cadangan sekitar 10 persen atau 30.000 tabung per hari selama bulan April dan Mei jika ada permintaan meningkat.

"Tidak ada masalah karena ada alokasi cadangan elpiji 3 kg sebanyak 30.000 per hari selama April-Mei," imbuhnya.

Ia meyakini penambahan kuota harian elpiji 3 kg mampu meredam tingginya tingkat permintaan.

Sementara itu dalam waktu dekat ini, Sutarmo bakal berkoordinasi dengan sejumlah agen elpiji 3 kg yang tersebar di 12 kecamatan se-Sukoharjo.

"Kami bakal menginventarisasi jumlah alokasi harian elpiji 3 kg di setiap agen,"

"Sehingga bisa diperkarakan penambahan alokasi harian elpiji 3 kg di setiap agen," bebernya.

Dia menambahkan, pemantauan juga terus dilakukan dari agen, pengecer, hingga ke konsumen agar tepat sasaran.

Penambahkan kuota juga akan dilakukan pada Bahan Bakar Minyak (BBM), agar tidak jadi kelangkaan saat bulan ramadhan.

"Termasuk BBM jangan khawatir, sudah kita stok BBM solar yang disubsidi sebanyak 7 persen," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved