Breaking News:

Solo KLB Corona

Riwayat Warga Positif Corona di Mojogedang yang Meninggal : Sempat Ancam Mogok Makan di RS

"Sebetulnya baik-baik saja, tapi karena pasca isolasi itu ada gejala batuk-batuk dan pilek maka kita periksa dan kita bawa ke rumah sakit rujukan,"

EPA-EFE/STR
Tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar menghembuskan napas terakhir, Kamis (17/4/2020).

Pasien tersebut meninggal dunia pada pukul 16.00 WIB setelah menjalani isolasi di rumahnya.

BREAKING NEWS : Jalani Isolasi di Rumah, Warga Positif Covid-19 di Mojogedang Meninggal

Sebelum Dirawat di RS, Peserta Ijtima Ulama di Gowa Asal Colomadu Sempat Karantina Mandiri 14 Hari

Jenazah telah dimakamkan di tempat pemakaman makam desa setempat sesuai protokoler pemulasaraan jenazah Covid-19.

Warga Desa Sewurejo bergotongroyong menggali pusara yang akan digunakan untuk memakamkan pasien tersebut. 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono mengungkapkan warga tersebut sempat mengikuti Ijtima Ulama Dunia Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan. 

"Beliau sudah sepuh, sudah usia 75 tahun dan beliau juga ikut rombongan Ijtima Ulama ke Gowa itu," terang Juliyatmono kepada TribunSolo.com.

Warga tersebut tiba dari Ijtima Ulama Gowa pada tanggal 25 Maret 2020 dan langsung melakukan isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari. 

"Sebetulnya baik-baik saja, tapi karena pasca isolasi itu ada gejala batuk-batuk dan pilek maka kita periksa dan kita bawa ke rumah sakit rujukan," jelas Juliyatmono. 

Warga tersebut kemudian menjalani perawatan selama kurang lebih 3 sampai 4 hari di rumah sakit rujukan daerah Karanganyar.

"Merasa cukup sehat minta izin pulang, kalau tidak diizinkan mogok makan, setelah di rumah selang sehari hasil tes swabnya keluar," kata Juliyatmono.

"Hasilnya, dia positif," imbuhnya membeberkan.

Warga tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit rujukan untuk uji swab ke dua, Senin (13/4/2020).

"Setelah dibawa ke rumah sakit rujukan supaya diisolasi di sana, tapi nekat minta pulang, kalau tidak mogok makan, tidak mau makan," ujar Juliyatmono.

"Akhirnya dibawa pulang lagi ke rumah, dan hari ini almarhum meninggal dunia pukul 16.00 WIB di rumahnya," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved