Solo KLB Corona

Kabar Baik Bagi Perantau Klaten di Jakarta, Bupati Bakal Bantu Agar Warganya Tak Lapar & Terlantar

"Jika perantau tidak mudik yang asli Klaten meminta bantuan ke kita, kami siap," ungkap Sri Mulyani.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI MUDIK : Warga perantau menunggu bis untuk menuju kampung halamannya di Terminal Bayangan di kawasan Pondok Pinang, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Di tengah masa tanggap darurat corona ini, sejumlah perantau di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) justru memilih mudik lebih cepat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Bupati Klaten, Sri Mulyani siap ambilkan dana dari APBD untuk warganya yang menjadi perantau di Jakarta dan daerah lain karena terkena imbas Corona.

Namuan para perantau tersebut, memutuskan untuk tidak mudik sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Orang nomor satu di Klaten itu mengaku, Pemkab Klaten bisa saja memberikan bantuan kepada perantau asli Klaten yang tidak mudik yang meminta bantuan.

DPR RI Ingatkan Tunda Mudik untuk Kurangi Risiko Penyebaran Virus Corona

Ini Beda Mudik & Pulang Kampung Versi Presiden Jokowi : Mudik Itu di Hari Lebaran

"Jika perantau tidak mudik yang asli Klaten meminta bantuan ke kita, kami siap," ungkap saat ditemui TribunSolo.com, di Kantor Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Kamis (23/4/2020).

Bupati Klaten siap memberikan bantuan kepada mereka yang benar-benar tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi tempat dia merantau, seperti di Jakarta.

"Kami siap mengirimkan bantuan dengan syarat tidak mendapatkan sama sekali bantuan jaring pengaman sosial (JPS) dari pemerintah lain," ucap Sri.

Sri pun menerangkan maksud pemerintah lain tersebut.

"Jika perantau asal Klaten itu sudah mendapatkan bantuan JPS dari pemerintah pusat maupun provinsi, kami tidak bisa," terang Sri.

Isteri dari mantan Buparti Sunarna itu menjabarkan alasannnya mengapa bantuan yang akan diberikan ke perantau.

Viral Ucapan Jokowi soal Mudik Tak Sama dengan Pulang Kampung, Apa Kata Dosen Sastra Indonesia?

Awas Hari ini Puncak Arus Mudik di Wonogiri, Hampir 1000 Orang Per Hari Datang dari Jabodetabek

"Bantuan yang kami berikan ke perantau nantinya itu agar tidak dobel dan benar-benar tepat sasaran," tutur dia.

Bahkan dengan tegas, Sri mengatakan jika perantau yang ingin mengajukan bantuan kepada Pemkab Klaten bisa melalui peguyuban Klaten yang berada di daerahnya mereka tinggal.

"Nanti jika sudah didata lalu kirimkan ke saya," kata Sri.

Dia menambahkan, bahkan Pemkab Klaten berencana akan kerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam hal pemberian bantuan JPS ke perantau asli Klaten.

"Kami akan kerja sama dengan mereka agar tidak mendapatkan bantuan yang dobel," jawab Sri.

"Nantinya jika mereka benar-benar tidak menerima JPS sama-sekali, kami kan ambilkan dari APBD," tambah Sri.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved