Ramadhan 2020
Ternyata Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Kita Berpuasa
Pada titik ini, tubuh memasuki keadaan yang disebut glukoneogenesis, atau perubahan tubuh ke 'mode puasa'.
TRIBUNSOLO.COM - Saat berpuasa, kita tidak makan dan minum selama lebih dari 12 jam.
Dengan demikian, tubuh kita tak mendapatkan nutrisi yang biasanya disediakan oleh makanan dan minuman yang kita konsumsi.
Lalu, apa yang terjadi pada tubuh saat tak mendapatkan nutrisi yang sangat diperlukan?
Berpuasa atau tidak, tubuh tetap membutuhkan energi.
• Keutamaan dan Ganjaran Pahala Sholat Tarawih Malam ke-5, Hari ke-4 Ramadhan
• Inilah Jenis Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dikonsumsi saat Puasa? Simak Penjelasan Ahli Gizi
Sumber energi utama bagi tubuh adalah zat gula atau disebut glukosa yang biasanya berasal dair karbohidrat.
Saat tak berpuasa, kita memperoleh karbohidrat itu dari konsumsi nasi, biji-bijian, buah, sayur tertendu, bahkan dari makanan manis.
Hati dan otot menyimpan glukosa dan melepaskannya ke aliran darah kapan pun tubuh membutuhkannya.
Namun selama berpuasa, proses ini tentu saja berubah.
Setelah sekitar 8 jam berpuasa, hati akan menggunakan cadangan glukosa terakhirnya.
Pada titik ini, tubuh memasuki keadaan yang disebut glukoneogenesis, atau perubahan tubuh ke 'mode puasa'.
Mengutip Medical News Today, penelitian menunjukkan glukoneogenesis meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh.
Tanpa karbohidrat yang masuk, tubuh menciptakan glukosa sendiri yang sumber utamanya berasal dari lemak.
Proses itu mengakibatkan tubuh kehabisan energi, mode puasa kemudian berubah menjadi mode kelaparan yang lebih serius.
Pada titik ini, metabolisme melambat dan tubuh mulai membakar jaringan otot untuk menghasilkan energi.
Meskipun ini adalah istilah yang terkenal dalam budaya diet, mode kelaparan sejati hanya terjadi setelah beberapa hari berturut-turut atau bahkan berminggu-minggu tanpa makanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-puasa-ramadhan-2020.jpg)