Breaking News:

Solo KLB Corona

Hari Pertama PSBB Jatim, Volume Kendaraan di Tol Solo-Ngawi Melorot, Kini Hanya 4.000 Mobil Per Hari

Direktur Utama PT JSN, Ari Wibowo menjelaskan, PSBB di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo membuat jalur tol tidak mengalami lonjakan kendaraan.

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Asep Abdullah
ILUSTRASI : Sebagian pemudik yang melintas jelang Natal dan Tahun Baru 2020 di jalan tol Trans Jawa di kawasan Colomadu, Karanganyar, Minggu (22/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang dimulai hari ini Selasa (28/4/2020) di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Timur (Jatim) juga berdampak bagi arus lalu lintas.

Hal itu terlihat di jalan Tol Solo-Ngawi yang dikelola PT Jasamarga Solo-Ngawi (JSN).

Direktur Utama PT JSN, Ari Wibowo menjelaskan, PSBB di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo membuat jalur tol tidak mengalami lonjakan kendaraan seperti pada umumnya.

Jokowi Larang Mudik, Ratusan Pemudik di Tol Solo-Ngawi Dipaksa Putar Balik, Ada Saja yang Tak Terima

Justru kendaraan yang keluar masuk ke arah Jawa Tengah maupun Jawa Timur terus mengalami penurunan.

"Wah bukan lonjakan, malah penurunan terus," ungkap Ari saat dihubungi TribunSolo.com pada Selasa (28/4/2020).

Dipaparkan oleh Ari, untuk traffict kendaraan Tol Solo-Ngawi sudah mengalami penurunan sejak dilakukan penyekatan bersama dengan pihak kepolisian beberapa hari ini.

Yakni pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan aturan larangan mudik.

Ada Larangan Mudik Saat Corona, PT KAI Daop VI Batalkan Perjalanan KA Jarak Jauh dan Batara Kresna

Saat sebelum penyekatan, jumlah yang keluar masuk tol sudah turun sekitar 6.000 kendaraan per hari, sedangkan setelah penyekatan turun menjadi 4.000 kendaraan per hari.

"Jadi trend-nya seperti itu," aku dia.

Imbas Pandemi Corona, Jumlah Kendaraan di Tol Solo-Ngawi Menyusut, UMKM di Rest Area Tutup Sementara

Penurunan yang cukup drastis dirasakan sejak pandemi Corona muncul di Indonesia pada pertengahan Februari lalu.

Dia menambahkan, jika dihitung penurunannya mencapai kisaran 70 persen jika mengacu pada traffict normal bulan Januari.

"Kalau dihitung turun lumayan besar sejak ada pandemi," pungkasnya.

"Karena saat bulan Januari itu kita masih berada di angka 15.000 per hari," terang dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved