Berita Sukoharjo Terbaru
Sebelum Ngemis, Mariyam Warga Sukoharjo Pernah Jadi Tukang Antar Air, Cuma Dibayar 500 Perak
Warga Kampung Kedung Gudel RT 1 RW 3, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Mariyam (70) sempat menjadi tukang antar air di Pasar
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Agil Trisetiawan
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Warga Kampung Kedung Gudel RT 1 RW 3, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Mariyam (70) sempat menjadi tukang antar air di Pasar Tawangsari.
Pekerjaan itu dilakukannya sebelum memutuskan tinggal di tempat tinggalnya kini.
"Sempet bantu tukang antar air, tukang lap meja di Pasar Tawangsari sebelum dibangun," kata Mariyam kepada TribunSolo.com, Rabu (29/4/2020).
• Seorang Ibu Miskin Usia 70 Tahun di Sukoharjo Tinggal Bersama 2 Orang Anak Keterbelakangan
• Hotman Paris Akui Stres Semalaman Ingin Buru-buru Rapid Test hingga Keluh Kesah soal Pandemi Corona
Mariyam menuturkan saat menjalani profesinya itu hanya bisa makan gogik setiap harinya.
"Dulu hanya bisa makan gogik, tidak bisa makan nasi," tuturnya.
Mariyam mengaku hanya dibayar Rp 500 sampai Rp 1.000 sekali mengantar air ke pedagang Pasar Tawangsari.
Setelah pasar tersebut selesai dibangun, ia pun memilih untuk mengemis dan pindah ke tempat tinggalnya di Kedung Gudel.
"Saya saat ini cuma bisa minta-minta, kadang, ya, minta beras, yang penting tidak mencuri," tutur Mariyam.
Mariyam pun kadang jalan ke luar kampung untuk mengemis meski ia tak bisa pergi jauh lantaran ingatannya yang tidak lagi bersahabat.
"Kalau sudah jalan itu istirahatnya ya dimana-mana, terkadang ada yang memberi uang juga ke saya," kata dia.
• Soal Fenomena Munculnya Banyak Cacing Keluar dari Tanah di Tabanan Bali, Begini Kata Ahli
• Pemuda di Semarang Aniaya Kakak Kandung Perempuannya Gara-gara Tak Diberi Uang untuk Modal Nikah
"Satu hari kadang bisa dapat Rp 60 ribu, Rp 70 ribu," imbuhnya membeberkan.
Uang tersebutpun digunakannya untuk menghidupi dirinya dan kedua anak yang masih di tanggungnya.
"Saya biasanya mulai jalan itu pukul 09.00 WIB, terus pulang ke rumah sekira pukul 13.00 WIB," tutur dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/mariyam-1.jpg)