Info Kecantikan
6 Penyebab Tumit Kaki Mengalami Pecah-Pecah dan Cara Mengatasinya
Jika kalian ingin menghilangkan retakan pada tumit, coba oleskan salep estrogen secara tropikal. Tapi untuk hasil yang lebih tepat sebaiknya kalian.
Penulis: Reza Dwi Wijayanti | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM – Jika kalian melihat bagian tubuh adayang terasa kering hingga muncul pecah-pecah, pasti itu sangat tidak enak dan mengganggu.
Misalnya pada bagian tumit.
Ini pasti dapat membuat kalian tidak nyaman, bahkan bisa membuat rasa percaya diri hilang.
Seringkali orang-orang menganggap masalah ini disebabkan karena kurangnya kelembaban pada kulit atau dehidrasi.
Namun taukah kalian jika masalah ini juga disebabkan oleh faktor lain sehingga membuat kulit kalian kering hingga mengelupas.
Dilansir dari Brightside.me, berikut beberapa alasan mengapa tumit kalian mengalami pecah-pecah.
• Tips Ampuh Cegah Mengantuk Saat Puasa, Simak 8 Cara Berikut Ini
• 5 Tips Menu Sehat Berbuka Puasa dan Sahur, Jangan Langsung Makan Berat saat Berbuka, Tunggu 30 Menit
1. Berat badab berlebih
Jika seseorang memiliki berat badan yang berlebih ternyata bisa membuat kaki bekerja lebih keras saat menopang beban tubuh.
Berat badan akan meningkatkan tekanan pada bantalan lemak di bawah tumit.
Hal ini akan membuat tumit dipaksa melebar ke samping untuk menyokong berat badan berlebih.
Nah, jika tubuh kalian kurang cairan akan membuat kaki kalian semakin parah dengan pecah-pecah.
Tipsnya:
Mulai dari menghitung berat ideal kalian dan berusaha membuat tubuh pada berat ideal tersebut atau dalam kondisi normal.
Selain itu, penderita diabetes cenderung memiliki tumit yang pecah, jadi sebaiknya periksa kadar gula darah secara teratur.
2. Kekurangan vitamin
Tanpa adanya asupan vitamin, mineral, dan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, kulit kalian tidak bisa berfungsi dengan baik.
Sehingga membuatnya menjadi kering dan tebal.
Tipsnya:
Coba tambahkan lebih banyak makanan yang kaya akan vitamin A, B3, C, E, omega-3 ke dalam makanan kalian.
Konsumsi dengan teratur dan cukup sehingga tumit tidak pecah-pecah lagi.
3. Pemakaian sepatu yang salah
Pemakaian model sepatu terbuka atau sendal jepit ternyata bisa membuat lemak dibawah tumit melebar ke samping.
Dan dapat meningkatkan kemungkinan tumit pecah-pecah.
Selai itu, pemakaian sepatu yang tidak pas juga bisa membuat tumit pecah-pecah dan nyeri.
Tipsnya:
Gunakan model sepatu yang tumitnya tertutup karena dapat memberi kenyamanan pada tumit.
4. Menopause
Ketika orang-orang mengalami menopause, beberapa wanita cenderung memiliki keratoderma, suatu kondisi yang dapat membuat kulit pecah.
Tipsnya:
Jika kalian ingin menghilangkan retakan pada tumit, coba oleskan salep estrogen secara tropikal.
Tapi untuk hasil yang lebih tepat sebaiknya kalian mengunjungi dokter.
5. Terlalu lama berdiri
Berdiri terlalu lama tentunya akan membuat tumit mendapat tekanan, apalagi jika lantai sangat keras.
Tipsnya:
Usahakan untuk tidak berdiri terlalu lama.
Jika tidak memungkinkan, coba lakukan latihan sederhana agar bisa mendistribusikan kembali tekanan dari waktu ke waktu.
• 9 Kutipan Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan, Termasuk soal Guru tanpa Tanda Jasa
• 5 Tips Sukses Membangun Bisnis dari Nol untuk Kaum Milenial, Jangan Takut Gagal !
6. Merendam kaki dalam waktu yang lama
Merendam kaki dalam air dalam waktu yang lama ternyata tidak baik.
Karena minyak alami dalam kulit akan menghilang dan membuatnya terasa kasar dan kering.
Selain itu, jenis sabun yang keras ternyata juga bisa membuat penghalang kulit alami.
Tipsnya:
Gunakan air hangat saat merendam kaki dan batasi waktu kalian hingga 5- 10 menit.
Hal ini untuk menghindari kehilangan kelembaban, lalu usap bagian kaki dengan handuk dan berikan pelembab.
Hindari produk sabun yang keras.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-ukuran-kaki.jpg)