Breaking News:

Virus Corona

Mengenal Penyebab 'Paru-paru Terendam' atau Badai Sitokin Akibat Corona, Reaksi Tubuh yang Mematikan

Dokter Hermawan pun menjelaskan jika ketika mengobrol dengan pasien yang sampai di fase tersebut akan seperti sedang tercekik dan tenggelam.

yodiyim
Ilustrasi paru-paru 

" Di alveolus tubuh akan melakukan respons dengan mengeluarkan sitokin-sitokin anti inflamasi yang kemudian itu dinamakan badai sitokin, karena ini akan menimbulkan respons parunya terendam, banyak air, sehingga penderitanya sesak napas, seperti orang tenggelam" lanjutnya.

Sekeluarga di Magelang Positif Corona, Diduga Tertular dari Kepala Keluarga yang Kerja Jadi Driver

Dokter Hermawan pun menjelaskan jika ketika mengobrol dengan pasien yang sampai di fase tersebut akan seperti sedang tercekik dan tenggelam.

"Jadi kalau saya ngobrol dengan  penderita, yang dirasakan itu seperti tercekik dan tenggelam kayak banyak air di dalam, seperti itu katanya"ucap dokter Spesialis paru-paru ini.

Ia menyimpulkan jika kondisi paru-paru banjir terjadi karena reaksi tubuh yang mencoba melawan virusnya.

Jika dalam dunia medis kondisi ini dinamakan ARDS atau acute respiratory distress syndrome.

"Gejalanya memang seperti itu ya jadi parunya terendam, kalau melihat fotonya itu banyak bercak cukup luas menyeluruh, dengan kondisi ini akan menggangu difusi pertukaran oksigen dan Co2 dalam tubuh kita" tambahnya.

Untuk dalam kasus covid-19 Dokter Hermawan menjelaskan jika kondisi ini bisa terjadi cepat dan perlahan-lahan, tergantung kondisi tubuhnya masing-masing.

"Biasanya kalau sudah muncul seperti itu ya cepat memburuk, biasanya imunitasnya rendah" ujarnya.

Kematian akibat Corona Tinggi Mungkin karena Badai Sitokin

Dikutip dari Kompas.com menurut para ahli kesehatan dunia, tingginya angka kematian di sejumlah negara episentrum virus corona kemungkinan karena subkelompok pasien dengan Covid-19 yang parah memiliki sindrom badai sitokin (cytokine storm syndrome).

Halaman
1234
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved