Kisah Nenek 110 Tahun Asal Baubau: Tak Ada Obat Panjang Umur, Jalani dengan Tawakal, Ikhlas dan Rela

Dirinya mengungkapkan, hidupnya dia jalani dengan ikhlas, tawakal dan terus berdoa kepada Sang Kuasa.

(KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE)
Walau usia telah lebih dari 100 tahun, tak membuat nenek Wa Kaua, berdiam diri saja. Di usia yang mencapai sekitar 110 tahun ini, ia tak pernah melepaskan shalat lima waktu dan mengaji setiap harinya. 

TRIBUNSOLO.COM - Umur seseorang pastinya tidak ada yang tau sampai kapan kita akan hidup di bumi ini.

Seperti halnya kisah Wa Kaua, seorang nenek yang berusia sekitar 110 tahun asal Kelurahan Wabororo, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mengaku tak punya resep obat panjang umur.

Kisah Adhitya, Perawat Kehilangan Istri saat Diisolasi, Tegaskan Istri Meninggal Bukan karena Corona

Dirinya mengungkapkan, hidupnya dia jalani dengan ikhlas, tawakal dan terus berdoa kepada Sang Kuasa.

“Tidak ada obat panjang umur, hanya saya selalu rela, sabar, ikhlas dan selalu tawakal. Ini mungkin membuat saya panjang umur, Alhamdulillah,” kata Wa Kaua kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya, Kamis (7/5/2020).

Nenek Wa Kaua, di saat usia senjanya, juga dikenal rajin shalat lima waktu.

Salah satu cucu Wa Kaua, Fatma, neneknya tersebut juga jarang mengeluh sakit.

Jika saat terasa capek, neneknya justru lebih sering mendaraskan dzikir.

“Paling sakit hanya rasa capek, sakit di belakang, mungkin pengaruh capeknya waktu dia muda dulu dirasakan sekarang,” kata Fatma.

UPDATE Corona di Indonesia 7 Mei 2020: Jumlah Pasien Positif Covid-19 Mencapai 12.776 Orang

Tinggal bersama cucu

Saat ini, nenek yang sudah mempunyai 9 cucu dan 12 cicit tersebut tinggal bersama Fatma di rumah panggung yang terbuat dari kayu.

Meskipun kondisi fisik sudah menua, Wa Kaua mengaku tidak ingin merepotkan anak cucunya.

Dirinya masih berusaha ingin membantu, salah satunya dengan memasak air sendiri.

“Saya juga masih bisa membantu anak saya dan tidak membebankan anak saya seperti masih bisa masak air,” ujarnya.

Lalu, saat waktu shalat tiba, Wa Kaua pun melaksanakan dengan cara duduk.

Setelah itu, dia lanjutkan dengan berdzikir di dalam kamar.

“Saat ini saya hanya tinggal menunggu dijemput Allah dengan memperbaiki amalan saya,” ucap Wa Kaua.

(Penulis: Kontributor Baubau, Defriatno Neke | Editor: Aprillia Ika)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Tak Ada Obat Panjang Umur, Saya Jalani Hidup dengan Tawakal, Ikhlas dan Rela" ", 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved