Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Pelaku Begal Ngaku Polisi di Bendungan Colo Sukoharjo Tertangkap, Terancam 9 Tahun Penjara

Pelaku begal yang melakukan aksi di Bendungan Colo Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo berhasil diringkus pihak kepolisian.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Adi Surya Samodra
Tribunsolo.com
Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat konferensi pers di Mapolres Sukoharjo, Rabu (13/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak dua orang begal yang melakukan aksi di Bendungan Colo Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo berhasil diringkus pihak kepolisian.

Kedua pelaku melakukan perampasan telepon genggam milik dua orang remaja yang sedang nongkrong di Bendungan Colo pada pertengahan April 2020 lalu.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, saat melakukan aksinya, mereka mengaku sebagai anggota kepolisian yang tengah melakukan pemeriksaan.

Digugat Cerai Istri Kedua, Kiwil Sebut Masih Saling Cinta dengan Meggy Wulandari, Apa Respons Meggy?

PDP Asal Wedi Klaten Meninggal,  Dimakamkan Pakai Protap Covid-19, Petugas Ber-APD Lengkap

"Kedua tersangka berinisial K dan M ini mengaku anggota Polri dari Satuan Narkoba," katanya saat konferensi pers di Mapolres Sukoharjo, Rabu (13/5/2020).

"Lalu kedua pelaku meminta untuk memeriksa barang-barang milik korban utamanya handphone" imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pelaku kemudian membawa HP kedua korban, dan meminta mereka mengambil di Polsek.

Ketika korban mengikuti pelaku, kedua pelaku memberikan ancaman akan menodongkan senjata jika mengikuti.

Akhirnya HP korban dibawa kedua pelaku dan meninggalkan korban ke arah utara.

Merasa ditipu, korban kemudian melaporkan ke Satpam PJT 1 Bendungan Colo, yang diteruskan ke Mapolsek Nguter.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Nanung Nugroho menambahkan, setelah korban melapor, pihak kepolisian langsung memburu dan menangkap kedua pelaku.

"Kedua pelaku kita tangkap pada malan harinya." kata Nanung.

"Satu di daerah Kecamatan Bendosari, dan satunya di kawasan Polokarto," imbuhnya.

Kedua pelaku terancam dengan pasal 368 KUHP tentang perampasan, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved