Virus Corona

Remaja Kenya Pamerkan Tren Rambut Ala Virus Corona, Begini Penampakannya

Harganya yang murah menjadikannya pilihan yang menarik bagi pelanggan yang uangnya sedang menipis karena pandemi.

Editor: Hanang Yuwono
YouTube Citizen Digital
Model rambut virus corona 

TRIBUNSOLO.COM, AFRIKA - Virus corona memang masih menghantui dunia mengingat sampai hari ini belum ditemukan vaksinnya.

Namun adanya virus corona memberikan inspirasi terkait gaya rambut.

Di wilayah  Kibera, daerah kumuh terbesar di Kenya, Afrika Timur tengah populer gaya rambut yang terinspirasi oleh tampilan dari virus corona.

Ratusan Buruh PT Tryfountex Kartasura yang Demo Tuntut Gaji dan THR Dibubarkan dengan Alasan Corona

Dengan jumlah klien yang semakin menipis dan pendapatan mereka menurun, penata rambut di Kibera harus mencari cara untuk tetap menghasilkan pundi-pundi uang.

Salah satu idenya yaitu harus "menemukan solusi" yang berkaitan dengan masalah tersebut.

Di tengah pandemi Covid-19, beberapa penata rambut menemukan inspirasi untuk gaya rambut baru dalam bentuk virus mematikan yang terlihat di bawah mikroskop.

Tapi ini bukan hanya tentang desain rambut saja.

Masa Sulit Pandemi Corona, SBSI 92 Solo Sebut THR Jadi Harapan Menyambung Hidup Buruh

Gaya rambut baru ini ternyata juga lebih murah daripada gaya rambut populer lainnya.

Harganya yang murah menjadikannya pilihan yang menarik bagi pelanggan yang uangnya sedang menipis karena pandemi.

"Gaya rambut ini jauh lebih terjangkau bagi orang-orang seperti saya yang tidak mampu membayar untuk gaya rambut yang lebih mahal di luar sana."

"Namun kami ingin anak-anak kami tetap terlihat keren," kata seorang ibu Kibera kepada Reuters.

Untuk menciptakan tampilan yang unik, braider pertama-tama membagi rambut klien mereka menjadi sekitar 12 bagian.

Kemudian memuntir dan membungkus masing-masing dengan benang hitam tebal alih-alih kepang rambut sintetis, yang membuatnya lebih murah.

Lagi Jemaah Ijtima Ulama di Gowa Asal Kerjo Karanganyar Positif Corona, Kini Dirawat di RS Solo

"Pohon-pohon anti gravitasi" ini akhirnya tampak seperti paku protein yang digunakan coronavirus untuk "membuka" sel-sel kita dan mulai mereplikasi.

Sementara gaya rambut lain yang populer di daerah kumuh Kibera harganya 300 hingga 500 shilling (Rp 42 ribu hingga Rp 70 ribu), tatanan rambut coronavirus hanya 50 shilling (Rp 7 ribu).

Sumber: Suar.id
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved