Breaking News:

Solo KLB Corona

Kisah Sekeluarga di Klaten Dipisahkan Corona, Memandang dari Kejauhan & Lambaikan Tangan di Isolasi

Pasangan suami-Istri harus terpisah karena menjalani perawatan sebagai pasien Covid-19 di RSD Bagas Waras Klaten.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Keluarga Sujoko (53), Sri Utami (50) dan anaknya MAN (5) warga Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari boleh pulang setelah sembuh dari Corona di RSD Bagas Waras Klaten, Kamis (14/5/2029). 

Joko mengatakan saat perawatan, ia hanya melihat mereka hanya dari kamar isolasi.

"Kami, hanya melambaikan tangan saja, karena kita harus dipisahkan karena virus ini," jawab Joko.

Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku dirinya selalu menjalankan sholat pada dini hari.

"Setiap jam dua pagi, saya selalu sholat dan berdoa kepada Allah, meminta kesembuhan bagi kami agar bisa berkumpul dengan keluarga," aku Joko sambil mengusap air matanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, mereka siap untuk taat menjalani protap Covid-19 setelah sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah sakit.

"Kami akan patuh untuk jalani isolasi mandiri selama 14 hari," tutur Joko.

Jokowi Naikkan Iuran BPJS di Tengah Corona, Wali Kota Solo Rudy : Pemkot Hanya Bisa Bayar Sampai Mei

Update Corona Klaten 13 Mei 2020 : 1 Pasien Positif Corona Kluster Gowa Sembuh, PDP Tambah 6 Orang

Joko dan Sri Utami ditetapkan positif Covid-19 hanya selisih sekitar 10 hari, Joko pada tanggal 16 April, lalu menyusul sang Isteri tanggal 26 April.

Anak keempatnya sempat berstatus PDP dan hasil swabnya menunjukan negatif.

Sebelumnya, Joko menekuni sebagai tukang potong unggas di Kelurahan Semanggi, Kota Solo.

Joko termasuk dalam kluster Gowa, sedangkan sang isteri masuk dalam transmisi lokal, karena Sri Utami terkonfirmasi positif Covid-19 dari sang suami. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved