Info Kesehatan

Mengenal Pusing yang Bisa Jadi Gejala Kanker Otak, Sering Sakit Kepala saat Bangun Tidur

Nyeri kepala ini juga bisa terjadi karena pengaruh faktor eksternal, seperti efek samping dari minum obat-obatan tertentu, konsumsi alkohol, termasuk

Net
Ilustrasi pusing 

TRIBUNSOLO.COM -  Pusing atau nyeri kepala bisa disebabkan oleh banyak hal.

Serangkaian sensasi seolah-olah ruangan berputar, kehilangan keseimbangan, dan lemas ini sebenarnya bukanlah suatu penyakit.

Pusing hanya menjadi gejala yang timbul akibat adanya kondisi medis yang mendasari.

Nyeri kepala ini juga bisa terjadi karena pengaruh faktor eksternal, seperti efek samping dari minum obat-obatan tertentu, konsumsi alkohol, termasuk benturan kepala dengan benda keras.

Baca juga: Kenali Ciri Mual yang Bisa Jadi Gejala Radang Usus Buntu

Namun, patut menjadi kewaspadaan lebih, pusing dapat berkaitan erat dengan gejala beberapa penyakit mematikan, seperti kanker otak.

Benarkah Jalan Beton Bikin Ban Gampang Aus? Simak Penjelasannya

Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 18 Mei 2020, Libra Perubahan Suasana Hatimu Bisa Melukai Pasangan

Pusing yang menjadi gejala kanker otak

Secara garis besar otak manusia terbagi menjadi tiga bagian, yakni:

  • Otak besar (cerebrum)
  • Otak kecil (cerebellum)
  • Batang otak (brain stem)

Masing-masing bagian tersebut dapat terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih kecil lagi, dan lebih kecil lagi.

Ruang antarbagian pada otak terisi oleh cairan otak yang disebut cerebrospinal fluid. Sedangkan bagian luarnya, terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) ditambah tulang tengkorak.

Halaman
1234
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved