Solo KLB Corona
Diklaim Lebih Murah daripada Impor, Seperti Inilah Ventilator Buatan Lab Optik FMIPA UNS Solo
Ventilator ini berbeda dengan ventilator yang biasa diproduksi di Indonesia yaitu jenis CPAP atau Continous Positive Airway Pressure.
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM - Kabar baru datang dari penanganan virus corona di Solo, Jawa Tengah.
Program Studi (Prodi) Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan ventilator yang didesain khusus untuk membantu pernafasan pasien Covid-19.
• Karena Corona, Jasa Tukar Uang Jalanan di Sukoharjo Lesu, Omzet Terjun Bebas Sampai 75 Persen
Dikutip dari TribunJateng, Pengembangan ventilator ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi dampak buruk Covid-19 seperti yang telah terjadi di beberapa negara di Eropa dan Amerika terutama terkait dengan kurangnya ventilator untuk pasien Covid-19.
Dengan latar belakang tersebut, Pemimpin Tim Lab Optik Mipa UNS Dr. Ahmad Marzuki dan timnya dari Laboratorium Optik & Fotonika FMIPA UNS sejak awal Maret 2020 mencoba untuk menciptakan ventilator untuk membantu pernafasan bagi pasien Covid-19.
Dikutip dari tayangan Kompas TV, diketahui ventilator ini diberi nama Ventag 1103.
Ventilator ini berbeda dengan ventilator yang biasa diproduksi di Indonesia yaitu jenis CPAP atau Continous Positive Airway Pressure.
Dimana jenis ventilator ini untuk pasien dengan masalah pernapasan tingkat ringan hingga sedang dan sifatnya non-invasif.
Sementara pasien Covid-19 dengan kondisi akut membutuhkan lebih dari sekedar CPAP.
• Ganjar Pertanyakan Keputusan Perbolehkan Salat Id, Bupati Karanganyar : Saya Bertanggung Jawab
Kabar baiknya Ventag 1103 didesain sebagai ventilator bertekanan positif yang lebih kompleks bagi pasien dengan masalah pernapasan akut.
Pengoperasiannya pun sudah menggunakan layar sentuh sehingga memudahkan pengaturan.
Ventag 1103 ini diklaim memiliki fungsi yang sama dengan ventilator impor yang berharga lebih tinggi.
Ventag 1103 sudah diuji di rumah sakit UNS dengan hasil memuaskan.
Menurut Kepala Perancang Ventag 1103 Gesit Tali Singgih, kualitas kerja dari ventilator ini sama dengan alat sejenis yang lebih mahal.
"Alatnya sudah memenuhi fungsi basic dari sebuh ventilator dan dibandingkan dengan alat yang diproduksi dan impor dari luar negeri alat yang kami buat jauh lebih murah dari alat impor tetapi punya fungsi mendekati dan menyamai alat impor tersebut" ujarnya.
Sementara itu Pemimpin Tim Lab Optik Mipa UNS Dr. Ahmad Marzuki menyebut jika ventilator ini diproduksi dalam kondisi yang normal sehingga siap untuk digunakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ventilator-untuk-pasien-corona.jpg)