Solo KLB Corona

Diklaim Lebih Murah daripada Impor, Seperti Inilah Ventilator Buatan Lab Optik FMIPA UNS Solo

Ventilator ini berbeda dengan ventilator yang biasa diproduksi di Indonesia yaitu jenis CPAP atau Continous Positive Airway Pressure.

Tayang:
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNJATENG.COM/ISTIMEWA
Prodi FMIPA UNS Solo menciptakan ventilator yang didesain khusus untuk membantu pernafasan pasien Covid-19. 

"Ventilator ini memungkinkan untuk keadaan yang normal, artinya fitur dalam ventilator ini sudah di desain seperti ventilator yang normal sehingga nantinya akan bisa masuk ke uji fungsi" ujar Dr. Ahmad.

Dikutip dari Kompas TV, Ventilator yang sudah digunakan saat ini berharga ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Sementara ventag 1103 di kisaran harga 50 juta rupiah.

Jika sudah diproduksi, produk ini segera disalurkan ke rumah sakit untuk penanganan pasien Covid-19.

Karena Corona, Jasa Tukar Uang Jalanan di Sukoharjo Lesu, Omzet Terjun Bebas Sampai 75 Persen  

Dikutip dari TribunJateng, Alat bantu pernafasan yang sifatnya darurat ini tidak hanya dikembangkan oleh UNS.

Banyak perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun luar negeri yang telah ikut serta mengembangkan alat ini, sebut saja misal MIT, Oxford University, Rice University, ITB dan lain-lain.

Ada perbedaan ventilator yang dikembangkan di UNS ini dengan yang lain.

Ventilator versi UNS ini didesain untuk meminimalkan peluang tercampurnya kembali udara kotor yang dikeluarkan dari paru-paru pasien dengan udara bersih yang akan dimasukkan ke paru-paru pasien.

"Ventilator versi UNS ini dilengkapi dengan sistem kontrol yang memungkinkan operator dapat mengatur kerja ventilator untuk disesuaikan dengan keadaan pasien yang meliputi volume tidal, laju pernafasan, kadar O2 dan sebagainya. Hal ini yang menjadi kelebihan ventilator buatan FMIPA UNS dibanding ventilator lain," imbuhnya.

Sementara itu, Dekan FMIPA UNS, Harjana, Ph.D menambahkan bahwa hadirnya ventilator pernafasan untuk pasien Covid-19 dari Prodi Fisika ini merupakan bagian dari inovasi yang dilakukan untuk membantu penanganan corona di Indonesia.

"Tim dari Laboratorium Optik & Fotonika FMIPA UNS akan terus mengembangkan alat ini," ujar Harjana, Ph.D. 

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved