Solo KLB Corona

Penerapan The New Normal, Gugus Tugas Sukoharjo : Yang Diharapkan Herd Imunity

Penerapan 'The New Normal' diharapkan memunculkan suatu kondisi herd imunity atau kekebalan kelompok di dalam masyarakat saat pandemi Corona.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI : Tenaga medis melakukan Simulasi Kesiapsiagaan Penanganan Virus Corona (Covid-19), di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Jalan KH Wahid Hasyim (Kopo), Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Penerapan 'The New Normal' diharapkan memunculkan suatu kondisi herd imunity atau kekebalan kelompok di dalam masyarakat saat pandemi Corona.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati.

"Jadi harapannya dengan kehidupan The New Normal ini, masyarakat itu terinfeksi tapi infeksinya tidak berat," tutur Yunia kepada TribunSolo.com, Rabu (20/5/2020).

"Artinya masih bisa diberikan kompensasi oleh tubuhnya melalui imunitas yang ditumbuhkan tubunya sendiri," papar dia.

Pemerintah Pusat Gaungkan The New Normal, Pemkab Sukoharjo Ogah Kendorkan Protap Kesehatan Covid-19

22 Tahun Setelah Reformasi, Korupsi yang Masih Menggurita Jadi PR, Hukum Dinilai Tajam ke Bawah

"Kehidupan The New Normal yang diharapkan terjadi herd imunity yang bisa dicapai oleh seluruh masyarakat," imbuhnya membeberkan.

Meski begitu, Yunia tidak menampik ada kelompok rentan yang harus dilindungi dari munculnya herd imunity.

"Jadi dia berpotensi berbahaya, apabila di dalam tubuh manusia yang terinfeksi sudah ada penyakit penyerta atau kondisi tubuhnya pada saat itu imunnya rendah," kata dia.

Menurut Yunia, kelompok disabilitas menjadi satu diantara yang masuk dalam kelompok rentan terhadap herd imunity.

"Kalau dari sisi kesehatan, ada kelompok-kelompok rentan, saat ini kalau di kita istilahnya menderita penyakit tidak menular, penyakit kronis, keganasan, dan disabilitas," terang dia.

"Mereka itu harus dilindungi," tambahnya.

Ganjar Pertanyakan Keputusan Perbolehkan Salat Id, Bupati Karanganyar : Saya Bertanggung Jawab

5 Fakta di Balik Sarah Keihl Lelang Keperawanan untuk Donasi Corona, Kini Pilih Rehat dari Sosmed

Kelompok-kelompok rentan tetap harus mendapatkan pelayanan kesehatan mereka selama pandemi Corona.

"Artinya akses pelayanan kesehatan untuk beliau tetap harus terbuka, beliau mendapatkan pengobatannya agar mereka bisa mengendalikan penyakit dalam tubuhnya," ujar Yunia.

"Penyakit kronisnya yang selama ini dimiliki bisa terkendali atau terkontrol dengan minum obat dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa mengontrol penyakit yang dimiliki," papar dia.

"Tubuhnya optimal dengan kasus kronisnya, artinya bersahabat dengan kasus kronisnya, harapannya apabila mereka ada infeksi dari luar itu infeksinya tidak menjadi berat dari sisi kesehatan," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved