Berita Sukoharjo Terbaru

2 Bulan Tak Kunjung Dapat Gaji di Tengah Pandemi Corona, Begini Nasib Buruh CV Pi-Xu Gatak Sukoharjo

Buruh CV Pi-Xu kembali menggelar aksi untuk menuntut pembayaran gaji dua bulan belum dibayar, terlebih sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri.

TribunSolo.com/Agil Tri
Buruh CV Pi-Xu saat melakukan aksi solidaritas di depan kantor pabrik di Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (22/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Buruh CV Pi-Xu kembali menggelar aksi untuk menuntut pembayaran gaji dua bulan belum dibayar, terlebih sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri.

Aksi dilakukan belasan orang di depan kantor CV Pi-Xu, di Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jumat (22/5/2020).

Menurut salah satu karyawan, Alisia Gandhi (38), imbas dari wabah Covid-19 ini membuat dua bulan terakhir gaji mereka belum dibayar.

Pihak buruh sudah melakukan mediasi dengan pemilik perusahaan berinisial H, namun pihak perusahaan selalu beralasan jika ditagih soal pembayaran gaji.

Terungkap 3 Kesalahan Habib Umar Assegaf hingga Cekcok dengan Petugas PSBB Surabaya, Ini Kata Polisi

Hasil Rapid Test Massal di Joyotakan Solo : 6 Warga Reaktif, 241 Negatif & Jalani Karantina Mandiri

"Gaji pada bulan Maret, biasanya dibayar bulan 7 April, tapi diberitahu jika pembayaran gaji telat, dan akan dibayarkan tanggal 13 atau 14 April, tapi tidak ada kabar," katanya mengeluhkan.

Dia mengatakan, pada tanggal 23 April, malah dia dirumahkan secara sepihak oleh pemilik perusahaan.

Pemberitahuan itu hanya dilakukan melalui pesan singkat di WhatApp (WA).

"Saya ajak bertemu, tapi pemilik perusahaan tidak mau," ucapnya.

"Saya tanyakan gaji saya, dia berkelik dengan alasan costomer belum bayar, padahal uang dari costomer sudah dibayarkan," aku dia.

Alisa menuding pemilik perusahaan tidak mau bertanggung jawab dengan gaji mereka.

"Banyak yang belum dibayarkan, dirumahkan, hingga memutuskan keluar, jumlahnya seratusan orang," terangnya.

Lantaran ditunggu di Kantor CV Pi-Xu pemilik tidak kunjung datang, para buruh hendak menghampiri H kerumahnya.

Namun saat para buruh hendak berangkat, pemilik perusahaan kemudian datang dan melakukan mediasi.

Mediasi sendiri dilakukan oleh pemilik perusahaan, perwakilan pekerja, Badrus Zaman selaku kuasa hukum pekerja, Kapolsek Gatak, dan Danramil Gatak. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved