Virus Corona
Jelang Lebaran, Inilah 8 Cara Mencegah Corona Bagi Para Lansia yang Punya Risiko Tinggi
Pada momen ini biasanya kita melakukan silaturahmi untuk saling memaafkan dengan orang tua hingga sanak saudara kita.
Penulis: Naufal Hanif Putra Aji | Editor: Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM - Sebentar lagi umat muslim di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H.
Pada momen ini biasanya kita melakukan silaturahmi untuk saling memaafkan dengan orang tua hingga sanak saudara kita.
• Update Corona di Indonesia 22 Mei: Bertambah 632 Kasus Kini Total 20.796 Kasus, 5.057 Sembuh
Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya kini Lebaran 2020 negara Indonesia sedang dalam kondisi pandemi corona yang juga dirasakan secara global.
Jelang lebaran berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memutus rantai persebaran covid-19 di Indonesia.
Salah satunya adalah pelarangan mudik yang diputuskan oleh pemerintah pusat.
Meskipun begitu banyak upaya yang dilakukan masyarakat yang membandel agar bisa bertemu keluarga dan orang tua di kampung.
Dengan kondisi ini orang yang sudah tua atau lansia jelang lebaran ini juga bisa memiliki risiko terhadap covid-19.
Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Dikutip dari tayangan Kompas TV, Menyajikan Infografis Cara Cegah Corona Untuk Lansia di Indonesia yang dikutip dari WHO Indonesia.
1. Jangan lupa mencuci tangan.
2. Jika akan bersin gunakan siku yang dilipat atau gunakan tisyu.
3. Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh.
4. Jaga jarak deengan orang lain.
5. Hindari aktivitas di tempat umum.
6. Gunakan ponsel atau telepon untuk tetap bisa bersosialisasi.
7. Lengkapi persediaan makanan, bahan pokok dan obat selama 2 minggu kedepan.
8. Belanja kebutuhan secara online dengan minta bantuan keluarga, tetangga atau relawan.
• Lonjakan Pengunjung di Pasar Tradisional dan Modern Jadi Alasan Pemkot Solo Gelar Rapid Test
5 Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru Jika Tanpa Disadari Telah Terinfeksi Corona
Namun dari upaya tersebut apa yang bisa dilakukan seseorang untuk menjaga kondisi paru-paru jika terpapar corona?
Dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Dokter Spesialis Paru dari Ikatan Dokter Indonesia, dokter Hermawan Setiyanto menjelaskan jika terdapat 5 hal yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh terutama paru-paru jika sudah terpapar corona Jumat (22/5/2020).
1. Asupan makanan yang cukup, gizi yang berimbang, terutama protein untuk pembentukan antibodi.
2. Cukup dalam beristirahat.
3. Rajinlah berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh dan juga melatih pernapasan.
4. Sirkulasi atau ventilasi udara di rumah harus dibersihkan dan terjaga dengan baik.
5. Hindari hal-hal yang merusak paru-paru, contohnya adalah asap rokok.
"Merokok memang bisa membuat kebersihan mukosiliar terganggu, jadi epitel silia ada fungsinya seperti sapu, menyapu materi bakteri atau virus yang masuk kedalam badan, tapi ketika terkena asap rokok epitel silia bisa gundul jadi fungsi sapu akan relatif berkurang" ujarnya.
"Kemudian asap rokok juga bisa membuat radang kronik yang bisa menggangu pernapasan atau memudahkan virus atau bakteri masuk kedalam saluran napas" tambahnya.
• Viral Video Pria Gunakan Hazmat Sindir Masyarakat di Jalan: Kami Capek, Ayo Keluar Rumah
Pemerintah melaporkan total kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia naik menjadi 20.796 orang, hingga Jumat (22/5/2020) pukul 12.00 WIB.
Angka tersebut diperoleh setelah adanya tambahan kasus baru sebanyak 634 orang dalam waktu 24 jam terakhir.
Demikian data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam laman resminya covid19.go.id, Jumat (22/5/2020).
Tercatat dari total kasus, 14.413 pasien positif atau 69.3 persen dari terkonfirmasi masih dalam perawatan di Rumah Sakit di seluruh Indonesia.
Sementara kasus meninggal naik menjadi 1.326 orang atau 6,4 persen dari total orang positif corona.
Sedangkan jumlah pasien sembuh naik menjadi 5.057 orang atau 24.3 persen dari total pasien yang terkonfirmasi positif corona.
• Honorer Masih Jadi PR 22 Tahun Reformasi, Pakar UNS Solo Usulkan Manajemen Honorer Ditata Kembali
Sehari sebelumnya, Kamis (22/5/2020), pemerintah melaporkan rekor baru peningkatan tertinggi kasus baru harian di Indonesia, pada Kamis (21/5/2020).
Tercatat tambahan kasus baru melonjak signifikan mencapai 973 orang dalam waktu 24 jam.
Angka itu adalah level tertinggi sejak pasien pertama diumumkan di tanah air.
"Kasus konfirmasi positif Covid-19, hari ini meningkat 973 orang," ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube di Channel BNPB, Kamis (21/5/2020).
"Peningkatan ini luar biasa, peningkatan ini adalah yang tertinggi," jelas Achmad Yurianto.
Dengan begitu total kasus positif di Indonesia menjadi 20.162 orang.
Sementara jumlah pasien sembuh bertambah menjadi 1.278 orang.
Sedangkan kasus meninggal naik menjadi 4.838 orang.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona.jpg)