Sering Merasa Cemas dan Mudah Marah? Coba Lakukan Ini Biar Perasaan Kembali Tenang
Ketika cemas dan marah aktif, strategi yang perlu kalian lakukan adalah menarik perhatian. Dengan memperhatikan diri dan mengatur pernafasan.
Penulis: Reza Dwi Wijayanti | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUNSOLO.COM – Seringkali rasa cemas dan marah menghampiri, perasaan ini normal dialami oleh semua manusia.
Hal ini muncul akibat berbagai faktor akibat terlalu mengkhawatirkan sesuatu.
Kecemasan dan marah sama-sama hal yang tidak nyaman dan bisa memicu munculnya energi emosi.
Karena pada dasarnya hubungan antara keduanya sangatlah erat.
Namun perasaan ini tidak baik jika terus-menerus terjadi hingga sulit untuk dikendalikan.
Itulah mengapa pentingnya untuk mengendalikan diri.
• Beda dengan Pemkab,Kemenag Karanganyar Imbau Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi Corona di Rumah Saja
• Sempat Demam & Menggigil, Buruh Pabrik di Sukoharjo Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Evakuasi Pakai APD
1. Reaksi versus respon
Ketika cemas dan marah mencapai pada tingkatnya akan cenderung bereaksi bukannya merespon.
Reaksi sebagian besar bersifat emosional dan protektif sementara respons membutuhkan pemikiran dan lebih disengaja.
Jika seseorang merasa cemas dan marah pada puncaknya akan menjadikan lebih sulit untuk berpikir jernih dan menyelesaikan masalah karena tubuh melakukan perlindungan daripada analisis.
Dan jika emosi ini semakin memuncak akan mengarah pada reaksi implusif yang bisa membuat situasi semakin rumit.
Di sisi lain, area otak kortikal yang lebih tinggi terlibat ketika kalian berpikir dan memilih respon.
Saat merasa cemas dan marah penting bagi kalian untuk mengendalikan sehingga dapat menenangkan sistem saraf .
Dilansir dari yourtango.com berikut 3 cara yang dapat kalian lakukan untuk menenangkan diri saat cemas dan marah datang.
1. Berhenti dan perhatikan tubuh
Apakah jantung kalian berdegup kencang?
Apakah telak tangan berkeringat?
Apakah wajah terasa panas?
Nah ketika kalian merasa cemas dan marah tubuh akan merespon dan akan menjadikannya sengsara.
Ini adalah respons ancaman fisiologis dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
Sementara tindakan memperhatikan dapat membantu mengaktifkan pusat-pusat berpikir otak.
2. Gunakan strategi menenangkan
Ketika cemas dan marah aktif, strategi yang perlu kalian lakukan adalah menarik perhatian.
Dengan memperhatikan diri dan mengatur pernafasan.
Latih fokus pada apa yang ada di sekitar kalian seperti melihat lantai, melihat bayangan dan lainnya.
Namun yang perlu diingat hal yang harus diperhatikan adalah menenangkan perasaan.
Pernapasan yang terkendali terbukti dapat mengaktifkan cabang parasimpatis sistem saraf yang dapat membantu mematikan respons.
• Tiadakan Open House, Wali Kota & Wawali Solo Ganti Halal Bihalal Online, Bisa Telepon & Video Call
• Bisnisnya Sukses, Ruben Onsu Mengaku Cuma Ambil Untung Rp 1.000 dari Geprek Bensu
3. Cari penyebab kecemasan
Tidak seperti amarah, kecemasan lebih sulit untuk dilihat dan dipahami.
Namun dalam cara ini, kalian harus mencari tahu apa yang menyebabkan rasa cemas muncul sehingga perasaan tersebut dapat di atasi atau diselesaikan.
Kemarahan seringkali dipicu oleh rasa sakit dan jika terus dibiarkan berlanjut akan sulit untuk diatasi.
Ketakutan untuk tidak bisa menangani masalah akan menjadikan kecemasan muncul.
Ketika kalian mulai mencari sumber kecemasan, akan mengaktifkan keterampilan berpikir dan membantu bergerak keluar dari reaktivitas dan menjadi responsif.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/stres_20160529_123613.jpg)