Breaking News:

Solo KLB Corona

HUT Sragen ke-274, Ada 'Kado' 8 Warganya yang Positif Dinyatakan Sembuh dari Corona

Terbaru, delapan orang dari klaster Ijtima Ulama Dunia Zona Asia 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan yang positif Covid-19.

Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/(STR/AFP/China OUT)
ILUSTRASI : Foto ini diambil pada Selasa (18/02/2020) Seorang dokter sedang menangani pasien yang telah pulih dari infeksi virus corona (COVID-19) menyumbangkan plasma di Wuhan di Hubei, China. Sebelumnya Pejabat kesehatan China pada 17 Februari kemarin mendesak pasien yang telah pulih dari coronavirus untuk menyumbangkan darah sehingga plasma dapat diekstraksi untuk mengobati orang lain yang sakit kritis. (STR/AFP/China OUT) 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Warga yang terpapar Corona di Kabupaten Sragen berangsur sembuh.

Terbaru, delapan orang dari klaster Ijtima Ulama Dunia Zona Asia 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan yang positif Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai upacara peringatan hari jadi ke-274 Sragen.

Maka kini tinggal tersisa sembilan orang positif Covid-19 yang masih diupayakan kesembuhannya.

"Satu pasien kita rawat di RSUD dr Moewardi Solo kemudian yang lain dalam keadaan klinis-nya tidak ada gejala sehingga besar harapannya sesegera mungkin Insyaallah minggu ini bisa segera keluar hasil swab testnya," terang Yuni, Rabu (27/5/2020).

Sejumlah Wakil Rakyat DPRD Jateng Serahkan Bantuan Ribuan Paket APD ke Pemkab Klaten, Ini Rinciannya

UPDATE Coron Jawa Tengah, Rabu 27 Mei 2020: Ada 11 Kasus Baru, Total 1.326 Positif

Yuni menambahkan jika hasil swab segera keluar dengan hasil negatif Covid-19 dengan ini nanti Corona di Kabupaten Sragen bisa kendalikan dengan catatan masyarakat tetap menjalankan protokol Covid-19.

Pemkab Sragen juga akan melakukan rapid test secara menyeluruh rendem di 20 Kecamatan untuk melihat persebaran dari virus Corona.

"Sebelum kita bisa memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang kondisi riil Kabupaten Sragen status kegawatdaruratan-nya belum bisa kita cabut," jelasnya.

"Jadi semoga saja apa yang didengung-dengungkan pemerintah pusat terkait ke The New Normal, kehidupan dimasa Corona seperti cuci tangan, jaga jarak dan lain-lain masyarakat tetap dikedepankan dan diwaspadai terus menerus," terang Yuni.

Lebih lanjut Yuni menyampaikan KLB dicabut apabila dalam waktu periode tertentu tidak ada lagi orang maupun pasien yang terindikasi, terkonfirmasi positif sehingga kasus Covid-19.

Kisah Paryadi Begal di Sragen : Setelah Beraksi Merasa Berdosa, Kumandangkan Azan Akhirnya Salah

Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono Akan Produksi Massal Jamu Kontravid yang Diklaim Sembuhkan Corona

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved