Solo KLB Corona

New Normal, Pengamat Transportasi Usul Sepeda Jadi Moda Andalan Terapkan Physical Distancing

"Bersepeda menjadi pilihan karena selain menghindari kerumunan dalam ruang tertutup, dan menghindari antri," kata Djoko pada Minggu (31/5/2020).

TribunSolo.com/Agil
Sejumlah pesepeda saat melintasi jalan Solo - Wonogiri, Minggu (19/4/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com,Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM,SOLO - New Normal atau kenormalan baru akan memberikan masyarakat banyak pembelajaran baru, salah satunya pada bidang transportasi.

Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno memberi usulan dalam kaitan kebijakan transportasi pemerintah untuk menyesuaikan dengan pandemi covid ini.

Jika new normal jadi direalisasikan, Djoko memberi masukan jika sepeda bisa jadi alternatif yang elegan dalam moda transportasi.

Bukan Berdasarkan Zona, Ini Panduan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah, Zona Merah Masih Bisa

Tak Keluarkan SIKM Untuk Pemudik Pekerja Informal, Bupati Wonogiri: Jangan Mudik Dulu

Ia berpendapat jika saat ini sepeda mampu menjaga kaidah Physical Distancing yang selalu digaungkan pemerintah di dalam protap kesehatan.

"Bersepeda menjadi pilihan karena selain menghindari kerumunan dalam ruang tertutup, dan menghindari antri," kata Djoko pada Minggu (31/5/2020).

"Juga membuat kesehatan tubuh terjaga," imbuhnya.

Djoko menambahkan, jika sepeda jadi moda transportasi di era kenormalan baru, selayaknya fasilitas penunjang dalam bersepeda dapat dipenuhi.

Selain itu, untuk menjamin keamaan para pesepeda perlu dibuat aturan-aturan khusus.

"Jalan-jalan umum perlu dibuat jalur bersepeda, supaya masyarakat bisa bersepeda secara aman," kata dia.

"Peraturan baru terkait keamanan bersepeda perlu dibuat," tandasnya.

Meski begitu, ia menyoroti kesiapan kota besar di Indonesia jika sepeda sedia jadi moda andalan.

Di Indonesia sendiri, kata Djoko kota yang telah mengusung sepeda sebagai moda andalan hanya di Jakarta, ia belum melihat kota lain yang mumpuni selain di Ibukota.

"Di kota lainnya sudah punya jalur sepeda,namun asal ada, tidak ada target pencapaian," kata dia.

"Hanya sekedar memenuhi target kampanye, setelah jalurnya ada tidak diikuti membiasakan warganya bersepeda untuk aktivitas keseharian," paparnya. (*)

Penulis: Ilham Oktafian
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved