Solo KLB Corona

Tak Keluarkan SIKM Untuk Pemudik Pekerja Informal, Bupati Wonogiri: Jangan Mudik Dulu

"Kami melalui pak Sekda yang disampaikan ke Camat dan Kedes, agar kami tidak mengeluarkan SIKM dalam kondisi seperti ini," katanya.

TribunSolo.com/Agil
Bupati Wonogiri Joko Sutopo,saat ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Minggu (31/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Bupati Wonogiri Joko Sutopo menegaskan tidak mengeluarkan surat keterangan, surat sehat, dan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Seperti diketahui, SIKM ini dibutuhkan para pemudik yang ingin kembali ke kota perantauan.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, pihaknya tidak akan mengeluarkan SIKM untuk pemudik yang bekerja di bidang informal.

5 Persen Corona di Indonesia Adalah Anak-anak, Simak 15 Cara Mencegah Covid-19 Pada Anak Anda

Sambut New Normal, Gereja di Solo ini Terapkan Jaga Jarak Saat Misa, Satu Bangku Maksimal 3 Orang

"Kami melalui pak Sekda yang disampaikan ke Camat dan Kedes, agar kami tidak mengeluarkan SIKM dalam kondisi seperti ini," katanya saat ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Minggu (31/5/2020).

Pemkab Wonogiri juga telah melakukan komunikasi dengan Polres Wonogiri dan Kodim 0728/Wonogiri, agar kebijakan tersebut terintegrasi dengan baik.

SIKM ini, terang Bupati, hanya dikeluarkan untuk para perantauan yang memiliki pekerjaan dibidang pemerintahan, pelayanan, penindakan dan lainnya.

"Tapi perantau dibidang informal, mohon maaf, belum akan mengeluarkan SIKM," jelasnya.

Sehingga dia menyakini belum ada pemudik asal Wonogiri yang diputar balik saat melakukan perjalanan arus balik.

Pria yang akrab disapa Jekek itu meminta para pemudik untuk tidak kembali ke kota perantauan terlebih dahulu, karena sejumlah kota besar tujuan perantauan masih berada di zona merah.

Untuk mengcover para pemudik disektor informal ini, Bupati berpegang pada Permendes Nomor 6 tahun 2020, soal bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19.

"PKH, BPNT, BLT, BST kita sudah menyetor sekitar 240 ribu KK, dan dipastikan para pemudik sudah ada didalamnya," jelasnya.

"Ini wujud pemerintah hadir sebagai program gotong royongnya agar para pemudik memiliki kesadaran untuk tidak melakukan arus balik," tandasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved