Viral Gerai Louis Vuitton Dijarah dalam Rusuh George Floyd, Ini Daftar Harga Tas yang Dijarah Massa

John Binder memperkirakan, kerugian yang dialami Louis Vuittons dari penjarahan ini, mencapai Rp 1,2 miliar.

Tayang:
Penulis: Aji Bramastra | Editor: Hanang Yuwono
Twitter/JxhnBinder
Kerusuhan George Floyd di Oregon AS, gerai tas mewah Louis Vuitton dijarah para perusuh. Perusuh membawa kabur tas-tas berharga puluhan juta rupiah. 

TRIBUNSOLO.COM, AMERIKA SERIKAT - Kerusuhan rasial akibat tewasnya George Floyd yang pecah di Amerika Serikat, membuat para pengusaha ikut kena getahnya.

Dalam aksi yang diawali demonstrasi, akhirnya menjalar ke penjarahan tempat usaha.

Nah, salah satu video penjarahan yang viral, adalah penjarahan di butik tas mewah Louis Vuitton.

Derek Chauvin, Polisi Pembunuh George Floyd Diawasi 24 Jam di Sel Isolasi, Dikhawatirkan Bunuh Diri

Amerika Serikat Kian Merana, Rusuh George Floyd Bakal Buat Kasus Corona Makin Tak Terkendali

Dilansir Heavy, peristiwa ini terjadi di Portland, Oregon, AS.

Video penjarahan ini beredar luas di Twitter.

Perusuh menjarah sejumlah tas berharga fantastis.

Nah, seorang aktor AS, James Woods ikut-ikutan membagikan video viral itu.

Reporter Breitbart News, John Binder, membahas harga-harga tas yang terekam video sempat dibawa kabur oleh perusuh.

Ia memperkirakan, kerugian yang dialami Louis Vuittons dari penjarahan ini, mencapai Rp 1,2 miliar.

Mau tahu berapa harga tas Louis Vuitton yang dibawa lari perusuh?

Menurut John Binder, dalam foto di atas, perusuh membawa lari dua tas Pochettes LV.

Yang pertama adalah Pochette Métis seharga Rp 37 juta dan Pochette Grenelle seharga Rp 35 juta.

Foto di atas, perusuh membawa tas ransel Palm Springs MM.

Tas ini seharga Rp 35 juta.

Dalam foto di atas, perusuh membawa tas LV Pont 9 seharga Rp 57 juta.

Sementara dalam foto di atas, seorang wanita menjarah dompet Graceful PM seharga Rp 20 juta, serta tas Pochette Grenelle seharga Rp 35 juta.

Kerusuhan Picu Corona

Saat tingkat kematian akibat Virus Corona makin tak terkendali, sebuah kerusuhan rasial pecah di New York, akibat kematian seorang warga kulit hitam bernama George Floyd. 

Kakak George Floyd Ungkap Ulah Menyakitkan dari Donald Trump Saat Sampaikan Telepon Duka Cita

Buntut Tewasnya George Floyd, Istri Polisi yang Terlibat Kini Digugat Cerai Istrinya

Nah, kerusuhan ini pun diprediksi akan membuat kasus Corona di Amerika Serikat, kian parah.

Per 31 Mei 2020, Amerika Serikat telah mencatat 105 ribu warganya meninggal dunia karena Covid-19.

Gubernur Minnesota mengatakan terlalu banyak pengunjuk rasa yang tidak melakukan social distancing atau memakai masker wajah.

Aksi seorang warga melawan sejumlah polisid alam kerusuhan rasial dipicu kematian George Floyd di Amerika Serikat.
Aksi seorang warga melawan sejumlah polisid alam kerusuhan rasial dipicu kematian George Floyd di Amerika Serikat. (AP via dailymail.co.uk)

Mereka tidak memedulikan peringatan di awal pekan soal kewajiban memakai masker dan social distancing itu.

Kebanyakan tidak mengacuhkan dan tidak terpengaruh.

"Tidak apa-apa bahwa di tengah pandemi kita harus berada di sini mempertaruhkan hidup kita," kata Spence Ingram pada Jumat setelah berbaris dengan pengunjuk rasa lain ke negara bagian Capitol di Atlanta.

"Tapi aku harus memprotes untuk hidupku dan berjuang untuk hidupku sepanjang waktu."

Ingram (25) yang mengenakan masker wajah, mengatakan dia menderita asma dan khawatir tertular virus.

Derek Chauvin, polisi di New York yang membunuh George Floyd. Ulahnya memicu kerusuhan masal di Amerika Serikat.
Derek Chauvin, polisi di New York yang membunuh George Floyd. Ulahnya memicu kerusuhan masal di Amerika Serikat. (dailymail.co.uk)

Tapi dia berkata sebagai wanita kulit hitam, dia selalu merasa bahwa hidupnya berada di bawah ancaman dari polisi dan dia perlu memprotes hal itu.

Demonstrasi atas pembunuhan George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah seorang petugas polisi kulit putih Minneapolis menekan lutut di lehernya, datang pada saat banyak kota mulai bersantai dengan perintah tetap di rumah.

Para ahli kesehatan khawatir dan mulai takut bahwa pembawa virus yang asimptomatik alias tidak memiliki gejala tanpa disadari dapat menginfeksi orang lain pada demo protes.

"Apakah mereka bersemangat atau tidak itu tidak mencegah mereka terkena virus," kata Bradley Pollock, ketua Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat di University of California, Davis.

Donald Trump, dianggap membuat kondisi kerusuhan kasus George Floyd di New York menjadi makin panas dengan kicauannya di Twitter.
Donald Trump, dianggap membuat kondisi kerusuhan kasus George Floyd di New York menjadi makin panas dengan kicauannya di Twitter. (montase : AP/AFP)

Bahkan untuk banyak pengunjuk rasa yang telah memakai masker, mereka tidak dijamin terlindung dari virus corona.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit  (CDC) AS merekomendasikan masker kain karena bahan kain dapat membuat lebih sulit bagi orang yang terinfeksi untuk menyebarkan virus.

Namun bahan kain pada masker tidak dirancang untuk melindungi orang yang memakai masker menjadi tidak terkena virus.

AS telah terpukul paling parah oleh wabah virus corona, dengan lebih dari 1,7 juta kasus dan lebih dari 103.000 angka kematian, berdasarkan penghitungan Universitas Johns Hopkins.

Di New York, di mana lebih dari 21.000 orang tewas selama pandemi, sekelompok besar orang di Brooklyn melemparkan botol-botol air ke petugas dan membakar sebuah mobil polisi pada Jumat di luar Barclays Center.

Seorang lelaki memegang plakat Stop Killing Black People ketika memprotes di dekat daerah tempat seorang petugas Kepolisian Minneapolis yang diduga membunuh George Floyd, pada 26 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.
Seorang lelaki memegang plakat Stop Killing Black People ketika memprotes di dekat daerah tempat seorang petugas Kepolisian Minneapolis yang diduga membunuh George Floyd, pada 26 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat. (AFP/KEREM YUCEL)

Petugas polisi membersihkan kerumunan dengan menyemprotkan cairan kimia yang membuat mata sakit.

Gubernur Minnesota Tim Walz mengatakan bahwa setelah satu malam kerusuhan di Minneapolis banyak demonstran yang mengenakan masker hanya berusaha untuk menyembunyikan identitas diri mereka. 

Mereka itu hanya menyebabkan kebingungan dan mengambil keuntungan dari peristiwa itu.

“Saya akan terus menekankan karena rasanya hal ini sudah berulang kali dikatakan, Kita masih berada di tengah pandemi dan melewati 1.000 kematian kemarin. Kami masih memiliki rumah sakit yang hampir dikuasai oleh pasien Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Wali kota Minneapolis Jacob Frey menyuarakan keprihatinannya, "Kami memiliki dua krisis (corona dan kasus pembunuhan ras kulit hitam) yang diapit satu sama lain."

Komisaris kesehatan negara telah memperingatkan beberapa hari sebelumnya bahwa protes besar-besaran hampir pasti akan memicu kasus baru infeksi virus corona.

Minnesota melaporkan 35 angka kematian pada Kamis, tertinggi dalam satu hari sejak awal wabah, dan 29 lainnya pada Jumat.

Tapi itu bukan hanya pengunjuk rasa yang berisiko, petugas tanpa masker wajah yang berdiri dalam jangkauan lengan dari demonstran yang berteriak juga berisiko terpapar. 

Di Atlanta, Kepala Polisi Erika Shields mengarungi kerumunan tanpa masker pada Jumat lalu sembari mendengarkan orang-orang yang frustrasi.

Ketika para pejabat Los Angeles mengumumkan pada awal minggu bahwa kota itu sedang bersantai dengan perintah agar tetap berada di rumah dan mulai membuka kembali toko-toko, mereka mengatakan demo protes politik dapat dilanjutkan kembali tetapi dengan batas 100 orang.

Diketahui sebelumnya bahwa beberapa ratus orang hadir untuk protes yang diselenggarakan oleh Black Lives Matter, Los Angeles, dan kemudian menutup jalan bebas hambatan. Kebanyakan mengenakan masker wajah tetapi banyak yang tidak mengamati zona batasan.

Direktur Kesehatan Masyarakat Kabupaten Los Angeles, Barbara Ferrer mengatakan pada Jumat bahwa ini merupakan keprihatinan yang berkelanjutan.

"Tunjukkan rasa hormat satu sama lain dengan mengenakan masker sehingga tetesan pernapasan Anda tidak secara tidak sengaja masuk ke mulut, hidung, atau mata orang lain," kata Ferrer. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved