Breaking News:

Heran Saksi Kunci Kasus Penyiraman Air Keras Tak Diperiksa, Novel Baswedan: Itu Konyol Sekali

Menurut Novel, saksi kunci pada kasus penyiraman air keras terhadap dirinya tidak diperiksa oleh aparat penegak hukum.

kompas.com
Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan ditemui di depan kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (11/4/2019). 

TRIBUNSOLO.COM -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku agak heran.

Pasalnya, menurut Novel, saksi kunci pada kasus penyiraman air keras terhadap dirinya tidak diperiksa oleh aparat penegak hukum.

Menurut Novel, hanya sebagian saksi saat kejadian dan setelah kejadian yang diperiksa.

"Saksi-saksi kunci yang mengetahui peristiwa dan sebelum kejadian tidak diperiksa. Hanya sebagian saja saksi saat kejadian dan setelah kejadian yang diperiksa," kata Novel dalam diskusi bertajuk Menakar Tuntutan Haksa dalam Kasus Novel Baswedan, Senin (15/6/2020).

Usai Temui Novel Baswedan, Refly Harun: Jangan sampai Hakim Jadi Pahlawan Enggak Benar

Novel menuturkan, sebelum kejadian ia sudah diamati oleh pihak tak dikenal atau oknum. 

Sebelum kejadian ada saksi yang melihat pelaku di lokasi penyiraman.

Sehingga, pemeriksaan saksi kunci sebelum peristiwa dan saat penyiraman air keras terjadi penting dilakukan agar fakta mengenai pelaku yang sebenarnya dan motif penyerangan bisa terungkap.

"Hal ini akan terkonfirmasi ketika saksi-saksi yang mengetahui melihat dengan jelas," ungkapnya.

Novel merasa heran mengapa penyidik tidak memeriksa saksi-saksi kunci tersebut.

Kasus Novel Hanya Dituntut Setahun, Penyiraman Air Keras Rata-rata Divonis 10 Tahun Penjara

Padahal ia mengaku sudah mengingatkan penyidik bahwa ada saksi-saksi yang belum diperiksa.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved