Breaking News:

Usai Temui Novel Baswedan, Refly Harun: Jangan sampai Hakim Jadi Pahlawan Enggak Benar

Hari ini Minggu (14/6/2020) penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Novel Baswedan menerima kunjungan sejumlah pihak di kediamannya.

kompas.com
Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan ditemui di depan kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (11/4/2019). Dua tahun kasusnya tak juga selesai, Novel berharap Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta. (Kompas.com / Tatang Guritno) 

TRIBUNSOLO.COM - Hari ini Minggu (14/6/2020) penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menerima kunjungan sejumlah pihak di kediamannya, Jakarta.

Salah satu yang menyambangi kediaman Novel adalah pengamat hukum tata negara, Refly Harun.

Kasus Novel Hanya Dituntut Setahun, Penyiraman Air Keras Rata-rata Divonis 10 Tahun Penjara

Ia datang untuk memberi dukungan kepada Novel terkait kasus penyerangan terhadap dirinya yang diproses di persidangan. 

"Saya datang mewakili pribadi. Karena diundang ya saya datang. Tujuannya memang menunjukkan concern ya kan. Karena ini masalah menurut saya masalah hukum yang penting. Sebagai orang hukum saya pingin tahu duduk persoalannya," kata Refly saat dihubungi, Minggu (14/6/2020).

Dalam kunjungannya itu, ia menanyakan apakah Novel yakin kedua terdakwa yang menyiram air keras ke mukanya.

Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara, Tim Advokasi Sebut Sandiwara Hukum

Menurut Refly, Novel ragu kedua terdakwa itu yang menyiram air keras ke mukanya.

Ia menilai, kedua terdakwa harus dibebaskan dari tuntutan jika memang bukan pelaku sebenarnya. 

Namun, keduanya harus diperiksa lebih jauh agar otak penyerangan Novel terungkap. 

"Saya tanya, yakin enggak bahwa yang terdakwa itu pelaku yang sesungguhnya? Novel sendiri mengatakan tidak yakin, Nah, kalau menurut saya, kalau memang mereka bukan pelaku yang sesungguhnya, Saya bilang ya mestinya mereka dibebaskan dari segala tuntutan," ujar Refly.

"Jadi jangan sampai kemudian hakim jadi pahlawan yang enggak benar, masyarakat menganggap misalnya minta hukuman lebih, dihukumlah lebih dari tuntutan, entah empat tahun entah tiga tahun atau misalnya maksimal," kata dia.

Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara, KPK: Ujian Bagi Rasa Keadilan

Mereka juga tetap bisa dihukum dengan delik memberi keterangan palsu dan menghalangi proses hukum.
Halaman
12
Editor: Ilham Oktafian
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved