Tahun Ajaran Baru 2020 Solo Raya

Ada Tugas Baru, Disdikbud Sukoharjo Bentuk Tim Guru Diminta Buat Konten Video, Begini Alasannya

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo mulai membentuk tim guru yang akan bertugas membuat video pembelajaran.

TribunSolo.com/Agil Tri
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo mulai membentuk tim guru yang akan bertugas membuat video pembelajaran.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari tidak efektifnya metode pembelajaran daring atau online selama masa pandemi virus Corona pada tahun ajaran 2019/2020.

Menurut Kepala Disdikbud Sukoharjo Darno, untuk masing-masing tingkatan sekolah dari Paud hingga SMP akan diisi tim yang jumlahnya berbeda.

Warga Positif Corona Asal Cawas Klaten Meninggal Dunia, Sempat Dirawat Selama 4 Hari di Rumah Sakit

Gowes Sendirian Tak Terasa Sudah Sejauh 33 Km, Bocah SD Asal Weru Sukoharjo Ini Tersesat di Solo

"Untuk tim SD, setiap kelas misal kelas 1 akan ada tim yang berisi empat orang," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (22/6/2020).

"Nanti tugasnya membuat video konten pembelajaran, dilengkapi skema pembelajarannya seperti apa," imbuhnya.

Video itu lanjut dia akan terus diperbarui setiap mata pelajaran seminggu sekali yang akan diunggah di media sosial dan grup wali murid.

"Nanti kalau anak mengerjakan tugas tidak bisa, nanti bisa memutar video tersebut untuk membantu mengerjakan soal," terangnya.

Dikatakan Darno, langkah ini diambil karena pembelajaran daring sebelumnya dianggap masih tidak efektif.

Hal ini disebabkan tidak semua guru memahami IT, sehinhga kompetensi guru rendah.

"Guru yang tidak menguasai IT hanya bisa memberi tugas, tanpa ada penjelasan materi, sehingga orangtua dan siswa bingung," terangnya.

Terpisah Kabid SMP Disdikbud Sukoharjo Warsini menambahkan, tim juga akan dibentuk untuk tingkat SMP.

14 SMP Negeri di Sukoharjo Buka Pendaftaran Offline, Siswa yang Tidak Diterima Bisa ke SMP Swasta

Yang mana pembentukan tim akan berdasarkan setiap mata pelajaran di setiap tingkatan kelas.

"Kalau untuk SMP jumlahnya akan lebih banyak lagi, karena berdasarkan setiap mata pelajaran," terang dia.

"Tim ini kita bentuk karena untuk ajaran baru masih daring, mengingat Sukoharjo masih KLB Covid-19," aku dia menekankan. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved