Sidang Gugatan Asimilasi di Solo

Sidang Gugatan Kebijakan Asimilasi Tahanan Digelar Hari Ini, Kedua Pihak Lakukan Mediasi

Sidang gugatan Kebijakan Asimilasi yang dilayangkan oleh Yayasan Mega Bintang pada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesi

TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso
Sekretaris Umum Yayasan Mega Bintang, Arif Sahudi memberikan keterangan pada wartawan, Kamis (25/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sidang gugatan Kebijakan Asimilasi yang dilayangkan oleh Yayasan Mega Bintang pada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia (RI) Yasona Laoly digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Kamis (25/6/2020).

Sidang gugatan tersebut dihadiri kedua belah pihak yakni Yayasan Mega Bintang dan kuasa hukum dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia (RI) Yasona Laoly.

Sekretaris Umum Yayasan Mega Bintang, Arif Sahudi mengatakan, hari ini sidang gugatan perdana yang digelar.

Sejarah Asal-usul Tugu Lilin : Jadi Lambang Resmi Kota Solo, Tapi Kisahnya Nyaris Terlupakan

Syarat Usia PPDB Ramai Diprotes di Jakarta, Tapi Kondisi di Solo Diklaim Tetap Kondusif

Dia mengatakan, untuk sidang hari ini majelis hakim meminta kedua pihak agar melakukan mediasi.

"Karena agenda memang mediasi," kata Arif.

Dalam mediasi Arif memaparkan pokok gugatan yang dia layangkan.

Gugatan itu membuat pihak kemenkumham keberatan dengan dalil yang dia sampaikan terkait kebijakan asimilasi tersebut.

"Saya sampaikan karena kebijakan itu membuat masyarakat terdampak seperti harus ronda," kata dia.

"Sekarang lagi Covid, banyak maling masyarakat suruh ronda, jaga jarak bagaimana," jelasnya.

Pihaknya mengharapkan dari gugatan ini ada koreksi untuk kemenkumham mengkoreksi kebijakan tersebut.

Bus AKAP dan AKDP Mulai Beroperasi, Angkringan di Terminal Bendogantungan Klaten Mulai Ramai Lagi

Zero Kasus Covid-19, Pemkab Wonogiri Tak Buru-buru Terapkan New Normal

"Yang kami harapkan agar lebih memperketat asimilasi ini," kata dia.

Setelah mediasi ini kedua pihak diminta untuk berfikir selama 2 minggu sebelum sidang selanjutnya.

Kasi Pelayanan Rutan Klas 1 A Surakarta David Sapto Aji mengatakan, sidang ditunda dua minggu lagi.

Selama dua minggu tersebut kedua pihak bisa berfikir dan menentukan sikap apakah meneruskan sidang atau tidak.

"Terkait gugatan kami manut kemenkumham," papar dia. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Agil Tri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved