Buat Cairan Vape Mengandung Narkoba, Sindikat Ini Raup Miliaran Rupiah, Tapi Berhasil Dicokok Polisi

Padahal, sindikat ini baru enam bulan memproduksi dan memasarkan cairan vape mengandung narkoba.

Thinkstockphotos
Ilustrasi vape 

TRIBUNSOLO.COM - Demam rokok eletrik atau vape yang masih merebak di kalangan muda-mudi dimanfaatkan oleh para sindikat narkoba.

Tak tanggung-tanggung, para sindikat meraup keuntungan miliaran rupiah.

Kasus tersebut berhasil diungkap Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, sindikat produsen narkoba jenis liquid vape yang berhasil ditangkap dan dijadikan tersangka, telah meraup keuntungan hingga miliaran rupiah.

Padahal, sindikat ini baru enam bulan memproduksi dan memasarkan cairan vape mengandung narkoba.

Nyatakan Perang Terhadap Korupsi, Mahfud MD Minta Penegak Hukum Awasi Dana Penanggulangan Covid-19

PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Klaten 2020, Sri Mulyani Rayu Partai Lain Masuk Koalisinya

"Dari hasil keterangan para tersangka, industri rumahan ini baru mulai Januari 2020. Omzetnya cukup besar, sudah miliaran, tergantung bagaimana mereka edarkan secara daring," kata Irjen Nana di Jakarta, Senin (29/30/2020).

Nana mengatakan, ada tujuh tersangka anggota dalam sindikat ini yang berhasil ditangkap jajaran penyidik Polda Metro Jaya dan setelah dilakukan pemeriksaan intensif diketahui bahwa sindikat ini dikendalikan oleh narapidana di salah satu lapas di wilayah Bali.

"Yang menarik lagi adalah sindikat ini dikendalikan napi. Narapidana lapas yang memang berada di Lapas Bali," ujarnya.

Nana mengatakan, sindikat ini terungkap berkat tertangkapnya satu orang tersangka pada 12 Juni di Cawang, Jakarta Timur dengan barang bukti lima botol berisi cairan narkotika.

Penangkapan tersebut dikembangkan yang berhasil menangkap lima orang tersangka di wilayah Denpasar, Bali.

Halaman
12
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved