Breaking News:

Solo KLB Corona

Meski Terpapar Corona, Seorang Ibu Ternyata Boleh Menyusui Anaknya, Begini Penjelasan Ahli

"ASInya insya allah tidak menular, karena sejauh ini penelitian mengatakan penularan melalui liur dan droplet," jelasnya.

TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi ibu menyusui. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Paparan virus covid-19 tak pandang umur, termasuk seorang Ibu bisa terkena virus yang belum ditemukan vaksinnya ini. 

Salah satu pertanyaan yang muncul seputar hal tersebut adalah tentang bahaya tidaknya seorang Ibu yang tengah hamil, persalinan maupun menyusui.

Dosen Universitas Aisyah Surakarta, Maryatun menjawab pertanyaan tersebut.

Idul Adha 2020, Kemenag Solo Anjurkan Sembelih Hewan Kurban di RPH Jagalan, Pembagian Daging Diantar

Seorang Tenaga Kesehatan asal Sukoharjo Positif Covid-19, Diduga Terpapar Saat Bekerja di Semarang

Sempat Terpapar Covid-19, Seorang Mahasiswi dan ABK Asal Klaten Dinyatakan Sembuh

Saat persalinan, ibu yang positif Covid-19 harus tetap ditolong secara medis.

"Yang pertama proses persalinannya dianjurkan untuk normal terlebih dahulu, tidak ceasar." katanya dalam Tribunsolo on Cam.

"Nanti fasilitas kesehatannya adalah di Rumah Sakit (RS) kusus untuk penanganan Covid-19, tidak bisa di klinik," imbuhnya.

Lalu, apakah berbahaya atau tidak jika ibu positif Covid-19 melakukan persalinan, menurut Maryantun, itu tergantung pada sang ibu.

"Covid-19 ini ini memiliki resiko, tapi kita punya imunitas, sehingga tidak perlu khawatir."

"Kalau kita terlalu khawatir, maka dapat menurunkan imun," imbuhnya.

Setelah melahirkan, ibu yang positif Covid-19 dan bayinya dipisah dulu, karena penularan melalui droplet.

Saat pemberian ASI, sang ibu harus menggunakan APD lengkap seperti masker.

"ASInya insya allah tidak menular, karena sejauh ini penelitian mengatakan penularan melalui liur dan droplet," jelasnya.

Kendati demikian, dia berpesan agar ibu paska melahirkan harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dan untuk ibu yang positif Covid-19, harus bisa menguatkan psikis dan psikologisnya, untuk melawan virus Covid-19. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Ilham Oktafian
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved