Breaking News:

PPDB SMA Solo 2020

Tegas, DPRD Solo Tanggapi Temuan Tunggu Kursi Kosong di PPDB Online 2020 : Tidak Perlu Diterima

"Saya kira tidak diterima, kalau diterima, PPDB kesannya tidak jalan, secara konstitusi memberikan peluang dan tidak mendidik," kata Putut

TribunSolo.com/Agil TRi
Calon siswa sedang melakukan verifikasi berkas dan pengambilan token di SMA Negeri 3 Sukoharjo, Senin (24/6/2019). 

 TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Putut Gunawan angkat bicata soal penemuan Dinas Pendidikan Kota Solo terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2020.

Ya, mereka menemukan kejadian puluhan orang tua lebih memilih menanti kursi kosong PPDB Online.

PPDB Online, Disdik Solo Temukan Puluhan Orang Tua Tak Daftarkan Anaknya, Pilih Tunggu Kursi Kosong

Hasil Autopsi Bocah Gatak yang Tewas saat Latihan Silat, Ada Bekas Benturan Benda Tumpul di Otak

Update Kasus Meninggalnya Bocah Sukoharjo saat Latihan Silat : Polisi Tetapkan Empat Saksi

Menurut Putut, anak-anak orang tua itu lebih baik tidak diterima.

"Saya kira tidak diterima, kalau diterima, PPDB kesannya tidak jalan, secara konstitusi memberikan peluang dan tidak mendidik," kata Putut, Senin (6/7/2020).

Putut menyarankan perlunya edukasi terhadap orang tua supaya kejadian itu tidak terulang lagi.

"Kalau terus menerus, perlu edukasi kepada orang tua supaya tidak melakukan hal hal seperti itu," tutur dia.

"Perlu adanya shock theraphy dan memberikan efek jera supaya tidak terulang," tambahnya.

Anak-anak bisa memilih untuk mendaftar ke sekolah swasta ataupun homeschooling.

"Terserah mau swasta atau homeschooling," ucap Putut.

Temukan Orang Tua Tak Mau Daftar

Halaman
123
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ilham Oktafian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved