Breaking News:

PPDB SMA Solo 2020

Tegas, DPRD Solo Tanggapi Temuan Tunggu Kursi Kosong di PPDB Online 2020 : Tidak Perlu Diterima

"Saya kira tidak diterima, kalau diterima, PPDB kesannya tidak jalan, secara konstitusi memberikan peluang dan tidak mendidik," kata Putut

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ilham Oktafian
TribunSolo.com/Agil TRi
Calon siswa sedang melakukan verifikasi berkas dan pengambilan token di SMA Negeri 3 Sukoharjo, Senin (24/6/2019). 

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Solo menemukan beberapa kasus orang tua murid memilih untuk menunggu kuota kursi kosong dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2020.

Ya, mereka memilih menunda pendaftaran anaknya dalam PPDB tersebut dengan berbagai pertimbangan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Solo, Dwi Ariyanto.

"Untuk jenjang SD, misalnya, lebih kurang kami menerima laporan 20 sampai 30 kejadian," terang Dwi.

Dinas Pendidikan, lanjut Dwi, sudah memanggil pihak-pihak tersebut untuk berkoordinasi.

"Sudah kami panggil dan mengatakan akan datang, sampai tenggat waktunya tidak datang, saat mau diinput baru datang," tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati juga menegaskan adanya kasus tersebut.

"Sudah konsultasi, kami arahkan untuk ke sekolah-sekolah yang dekat dengan rumah, kemudian saat saya tanya, malah tidak daftar, tidak jadi daftar," ujar Etty.

"Itu perlu diwaspadai karena sampai sekarang, orang-orang masih seperti itu," tandasnya.

Adapun, jumlah pendaftar SMP dari jalur Afirmasi PPDB Online 2020 tercatat 2.328 orang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved