Breaking News:

Solo KLB Corona

Buntut 1 Orang Positif Covid-19, 200 Jiwa di Gayam Sukoharjo Diisolasi, Akses Gang Kampung Ditutup

Plt Camat Sukoharjo Havid Danang menagatakan, pihaknya saat ini menutup satu jalan gang di sekitar lokasi tempat tinggal

TribunSolo.com/Agil Tri
Penampakan kawasan yang ditutup karena Covid-19 di Kelurahan Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Senin (13/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo telah melakukan tracing terhadap pasien positif Covid-19 asal Kelurahan Gayam yang meninggal pada Sabtu (11/7/2020) lalu.

Dari informasi yang didapatkan TribunSolo.com, hasilnya dua orang anggota keluarga, yaitu kakak dan keponakan almarhum L dinyatakan positif Covid-19.

Untuk mencegah penyebaran virus Corona, Pemerintah Kecamatan Sukoharjo dan Pemerintah Kelurahan Gayam langsung mengambil langkah antisipasi.

Plt Camat Sukoharjo Havid Danang menagatakan, pihaknya saat ini menutup satu jalan gang di sekitar lokasi tempat tinggal

Tambahan 2 Kasus Covid-19 di Klaten di Antaranya Ibu Rumah Tangga yang Suaminya Positif di Jakarta

Update Corona Klaten 12 Juli 2020 : Tambah 2 Kasus, Klaten Kokoh di Posisi 3 Terbanyak di Solo Raya

"Kami Gugus Tugas Kecamatan Sukoharjo dan Kelurahan Gayam, melakukan aksi gerak cepat, untuk melakukan isolasi satu rias jalan," kata Havid, Senin (13/7/2020).

Karantina wilayah ini mengharuskan 85 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari sekitar 200 jiwa melakukan isolasi mandiri.

Bahkan saat TribunSolo.com melihat lokasi, akses jalan di gang tersebut sudah ditutup.

"Kita buat surat permohonan, melalui ke Bupati Sukoharjo melalui BPBD untuk membantu logistiknya," akunya.

"Warga sekitar juga gotong royong, membantu logistik, dan sudah ada yang menyumbang sembako," kata dia.

Jubir Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, almathum L ini pernah dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo.

Sehari Kasus Covid-19 di Solo Tambah 18 Orang, RSUD Dr Moewardi Mencuat Jadi Klaster Baru

12 Kecamatan Sukoharjo Zona Merah Corona, Terbaru Kecamatan Gatak dan Tawangsari

"Dia masuk dengan gejala demam dan sesak nafas," kata Yunia.

"Dan juga yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan ke Surabaya," imbuhnya.

Sebelumnya L merupakan PDP, namun saat hasil tes Covid-19 sudah keluar, dia dinyatakan positif Covid-19.

Proses pemakaman sendiri telah dilakukan di oleh Gugus Tugas dengan standar Covid-19. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved